SISI EKONOMI STUDI KELAYAKAN BISNIS

Kali ini Konsultan manajemen bisnis Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta dan Denpasar memaparkan artikel sebagai berikut:
Dari banyaknya data perekonomian yang tersebar di banyak media yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dimanfaatkan perusahaan. Data tersebut dapat dijadikan sebagai indicator ekonomi yang dapat diolah menjadi informasi penting dalam melakukan studi kelayakan bisnis, misalnya data data meliputi PDB, investasi, inflasi, kurs, kredit bank dan lain lain.
Selain menjadi input dalam melakukan studi kelayakan bisnis, hendaknya perlu dikaji ulang, yaitu bahwa bisnis yang direncanakan hendaknya bermanfaat dan memiliki masa depan yang cerah. Aspek aspek penilaian manfaat bisnis yang direncanakan dapat ditinjau dari beberapa sisi seperti berikut ini
1. Sisi Rencana Pembangunan Nasional
Analisis manfaat proyek ditinjau dari sisi ini, dimaksudkan agar proyek dapat memberi dan membuka kesempatan kerja kepada masyarakat luas, penggunaan mesin juga sangat dipertimbangkan agar mampu menjaring tenaga kerja secara optimal sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Menggunakan sumber daya local seperti bahan baku. Apabila bahan baku local mampu dioptimalkan maka perekonomian nasional akan meningkat juga. Menghasilkan dan menghemat devisa karena tidak menggunakan bahan impor dan outputnya akan bersaing dalam pasar internasional tentunya akan menaikkan tingkat ekspor. Menumbuhkan industry lain, dengan adanya bisnis baru tentunya merangsang pertumbuhan bisnis baru pada lingkungan sekitarnya. Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negeri sesuai dengan kebutuhan. Semua proyek bisnis yang direncanakan yang mengacu pada butir-butir di atas mengimplikasikan bahwa proyek ini sejalan dengan rencana pembangunan nasional.
2. Sisi distribusi nilai tambah
Maksudnya adalah agar proyek yang akan dibangun memiliki nilai tambah.Nilai tambah hendaknya dapat dihitung secara kuantitatif. Dalam perhitungan tersebut, agar lebih mudah dapat diasumsikan bahwa proyek berproduksi dengan kapasitas normal. Setelah nilai tambah diketahui besarannya, nilai ini selanjutnya dapat didistribusikan. Hendaknya, perhitungan -perhitungan yang dilakukan jelas.
3. Sisi Nilai Investasi per Tenaga Kerja
Penilaian berikutnya adalah bahwa proyek mampu meningkatkan kesempatan kerja. Salah satu cara mengukur proyek padat modal atau padat karya adalah dengan membagi jumlah investasi (modal tetap+modal kerja) dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat sehingga didapat nilai investasi per tenaga kerja. Untuk proyek perluasan, perhitungan nilai investasi merupakan jumlah investasi sebelum dan sesudah investasi. Sayangnya, modal ini belum ditetapkan di Indonesia. Ukuran yang dipakai hanya berpatokan pada nilai rupiah tertentu, misalnya proyek bisnis dengan nilai lebih besar dari X rupiah adalah padat modal, dan selain itu padat karya.
4. Hambatan di bidang ekonomi
Masih banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi,sehingga tidaklah mudah untuk melaksanakan pembangunan ekonomi, yang juga akan berdampak pada aspek sosial dan politik. Beberapa penghambat pembangunan itu antara lain seperti Iklim tropis yang menyebabkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab sehingga menurunkan usaha atau gairah kerja manusia, banyak muncul penyakit, serta membuat pertanian kurang menguntungkan. Produktivitas rendah, ini disebabkan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang relatif kurang menguntungkan. Kapital sedikit, ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas tenaga kerja yang berakibat kepada rendahnya pendapatan negara, sehingga tabungan sebagai sumber kapital juga rendah. Nilai perdagangan luar negeri yang rendah, ini disebabkan negara miskin mengandalkan ekspor bahan mentah yang mempunyai elastisitas penawaran permintaan atas perubahan harga yang inelastis. Hal ini dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kerugian. Besarnya pengangguran, hal ini disebabkan karena banyaknya tenaga kerja yang pindah dari desa ke kota dan kota tak mampu menampung tenaga mereka karena kurangnya aktor produksi lain untuk mengimbanginya sehingga terjadilah pengangguran itu. Besarnya ketimpangan distribusi pendapatan, misalnya keuntungan lebih banyak dimiliki oleh sebagian kecil golongan tertentu saja. Tekanan penduduk yang besar, hal ini disebabkan antara lain naiknya rata-rata umur manusia dibarengi dengan masih besarnya persentase kenaikan jumlah penduduk yang makin lama makin membebani sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penggunaan tanah yang produktivitasnya rendah, hal ini disebabkan karena sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama, disamping itu alat-alat produksi, pupuk, teknik pengolahan juga masih relatif rendah. Masih ada kendala-kendala lain yang dapat menghambat pembangunan ekonomi, seperti kelemahan dalam faktor budaya dari masyarakat, ketidak sempurnaan pasar, mekanisme dalam rangka meningkatkan jumlah tabungan dalam negeri, kewiraswastaan, dan prioritas dalam melaksanakan pembangunan ekonomi. Selain itu, sudah tentu dengan situasi dan kondisi kritis yang multidimensi yang masih terasa sampai saat ini,
Itulah beberapa poin yang termasuk didalam aspek ekonomi studi kelayakan bisnis. Untuk meningkatkan output studi kelayakan bisnis yang berkualitas haruslah kita membedah poin demi poin pada masing masing aspek studi kelayakan bisnis, sehingga output yang kita sajikan akan bermanfaat dan bisa menjadi pedoman bisnis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s