APA PENYEBAB TRANSFORMASI BISNIS KELUARGA KE GENERASI PENERUS GAGAL?

Saat ini banyak perusahaan keluarga yang tidak diteruskan oleh generasi penerus. Generasi penerus lebih senang bekerja pada perusahaan lain, dan tidak mau meneruskan usaha keluarga. Beberapa sebab adalah :
1. Perusahaan kurang menarik karena proses produksi sampai pemasaran ribet.
2. Penanganan semua dilakukan manual sehingga membutuhkan tenaga yang begitu besar untuk melakukannya, hal ini tentunya kurang menarik bagi kaum milenial.
3. Perusahaan tidak ada sistem manajemen dan terlihat kacau.
4. Perusahaan tidak diketahui apakah untung atau tidak.
5. Perusahaan penghasil produk yang kurang disukai oleh generasi penerus dan lain sebagainya.
Sebab-sebab di atas membuat kaum generasi penerus enggan mengambil alih perusahaan keluarga, apalagi perusahaan dalam kondisi banyak hutang ke pihak ke-3. Inilah tantangan bagi generasi penerus.


Lalu opsi apa yang mesti dilakukan? Memang hal ini sulit, tetapi kalau mau menelaah tentunya bisa melakukan identifikasi mengenai perusahaan di sisi :
1. Merek dan pasar. Karena ada produk yang mereknya bagus dan memiliki pasar tetapi ditutup oleh generasi penerus, padahal bisa menjadi pilihan untuk dijual ke pihak lain. Selama merek produk telah terdaftar di HAKI. Maka generasi penerus memiliki peluang untuk menjual atau meneruskannya agar perusahaan semakin bertumbuh, apalagi sudah punya market dan mereknya sudah dikenal di pasar.
2. Indentifikasi di sisi permodalan, apakah secara permodalan perusahaan dalam kondisi liquid atau Cash flow cukup baik. Jika cash flow cukup baik maka perusahaan dapat dijalankan dan ditumbuhkan.
3. Identifikasi di sisi manajemen, apakah secara manajemen sudah baik dan memenuhi standard? Jika hal ini sudah rapi maka generasi penerus bisa melanjutkan.
4. Indentifikasi profit, apakah profit cukup baik secara bisnis dan peluang rugi di masa mendatang sangat tipis. Maka perusahaan bisa dilanjutkan.
Lalu setelah diidentifikasi perusahaan ternyata diperoleh hasil, merek dan pasar cukup baik, cash flow baik dan profit baik sedangkan manajemen perlu perbaikan-perbaikan maka generasi penerus masih bisa meneruskan bisnis keluarga ini. Jika sebaliknya Merek kurang bagus dan pasar tidak ada, cash flow buruk, manajemen juga buruk dan apalagi mengenai profit sangat buruk, generasi penerus bisa mempertimbangkannya untuk diteruskan jika memang ingin mengembangkan perusahaan yang sudah ada. Tetapi jika tidak mau lakukan, maka bantuan pihak 3 untuk membeli atau memperbaiki sangat dibutuhkan.
Bisnis keluarga banyak yang lenyap karena ada ketidak perdulian dari pihak keluarga untuk meneruskan dan menjalankan dengan serius. Serta kendala-kendala terkait : Perusahaan kurang menarik karena proses produksi sampai pemasaran ribet, penanganan semua dilakukan manual sehingga membutuhkan tenaga yang begitu besar untuk melakukannya, hal ini tentunya kurang menarik bagi kaum milenial, perusahaan tidak ada sistem manajemen dan terlihat kacau, perusahaan tidak diketahui apakah untung atau tidak, perusahaan penghasil produk yang kurang disukai oleh generasi penerus dan lain sebagainya. Merupakan tantangan bagi generasi penerus.
Semoga artikel di atas bermanfaat, apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel diatas serta butuh bantuan dalam merapikan manajemen bisnis, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 081-252982900. Kami siap membantu anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s