CARA EFEKTIF MENGATASI DILEMA MENUTUP PERUSAHAAN

Menutup perusahaan memang bukan perkara gampang. Oleh sebab itu pertimbangkanlah sejak awal ketika akan memulai bisnis, buku tentang pembangunan bisnis manajemen autopilot dengan judul “berbisnis untuk menang atau tidak berbisnis sama sekali” adalah landasan dasar ketika kita memulai bisnis. Jadi masuk ke suatu bisnis tentunya juga harus mempertimbangkan bagaimana kita exit dari bisnis tersebut. Bisnis membuka Distributor adalah salah satu contoh yang harus dipertimbangkan ketika akan exit dari dunia kedistributoran, apalagi jika penjualan distributor dilakukan secara kredit. Penjualan secara kredit seringkali memunculkan piutang penjualan tidak tertagih ketika perusahaan harus ditutup. Jadi exit door adalah hal penting untuk mengakhiri sebuah bisnis.

Namun keputusan penting dalam menutup usaha ini tidaklah dapat semudah membalikan telapak tangan, penuh dilema dan pertimbangan. Oleh sebab itu sebelum menutup perusahaan silahkan dikaji ulang apa saja yang ada di perusahaan saat ini, tentu saja penutupan perusahaan umumnya diakibatkan perusahaan merugi terus menerus. Tetapi apakah ada hal-hal yang penting bisa dipertimbangkan ulang, buatlah tabel kanan kiri yang mencocokan kekuatan dan kelemahan perusahaan ketika ditutup dengan mencari tahu : key partner kita saat ini bagaimana apakah mereka termasuk mitra-mitra yang saat ini sangat mensupport kita, lalu berilah poin 2 jika mensupport, dan berilah poin 1 jika ragu-ragu dan berilah poin 0 jika para mitra kerja sama kita sama sekali tidak mendukung usaha kita. Di sini yang termasuk key partner adalah para supplier, rekanan kerja dan mitra-mitra lain yang mendukung berjalannya perusahaan.

Kemudian cek key resources perusahaan yang meliputi berbagai asset yang dimiliki perusahaan seperti gedung, mesin, brand, SDM yang  ada saat ini, apakah semua asset yang dimiliki oleh perusahaan ini memiliki poin 2 untuk masing-masing, khususnya merek dan SDM.

Setelah itu cek kembali value propositions saat ini apakah masih relevan pada saat ini. Karena value propositions yang sedang ditawarkan  kalau sudah tidak relevan perlu di update kembali sebelum perusahaan benar-benar mau ditutup.

Kemudian cek apakah channel yang dimiliki termasuk channel yang masih relevan saat ini ketika era digital begitu berevolusi dengan cepat sehingga meninggalkan saluran yang sedang kita bangun saat ini. Apakah memang begitu? OIeh sebab itu pertimbangkan aktivitas kunci saat ini yang sedang dijalankan apakah masih saling terkait dengan saluran yang kita miliki. Aktivitas kunci biasanya meliputi penjualan dan memproduksi, kalau tidak terkait berarti ada hal yang perlu diperbarui dan dievaluasi.

Lalu cek customer segmen kita apakah sudah bergeser, dan customer segmen yang berkontribusi sudah mulai bergeser ke produk yang lain. Karena ini juga berkaitan dengan customer relationship yang akan kita bangun. Pertimbangkan bagian ini apabila tidak relevan dan berilah poin 2,1 dan 0 sesuai dengan kondisinya yang ada saat ini.

Pada bagian terakhir yaitu cost structure dan revenue stream, umumnya perusahaan akan ditutup karena terdapat ketidak seimbangan antara revenue stream dan cost structure. Tidak ada pemasukan tetapi biaya cukup besar dalam operasional. Kalau hal ini terjadi terus menerus, tentunya kondisi perusahaan minus dari waktu ke waktu. Berilah poin pada bagian ini. Setelah poin-poin diletakan, dan pada kenyataannya poin masih besar, dan kendala terdapat di bagian : satu atau dua saja dari sembilan elemen diatas, maka pertimbangkan ulang keputusan menutup perusahaan, karena dua bagian itu masih bisa diperbaiki sedemikian rupa dengan mempelajari perubahan di situasi global dan era digital. Tetapi bila ternyata hanya tinggal 2 saja yang paling baik dan sisanya tidak relevan, maka cek kembali bisnis anda. Jalan keluar mungkin bisa dialihkan dengan mencari partner kerja sama, atau menjual perusahaan kepada investor. Pertimbangkan kembali dalam menutup perusahaan dengan analisa business model canvas (BMC) diatas. Apabila dengan cara ini tidak dapat dilakukan silahkan  mencari konsultan manajemen bisnis yang dapat membantu dalam mengambil keputusan penutupan perusahaan tersebut. Salam : Frans M. Royan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s