ALASAN MENGAPA PEBISNIS  BELUM BERPIKIR BAHWA SDM ADALAH ASET

Kali ini Groedu International Consultant Surabaya, Jakarta , semarang, Jogjakarta dan Bandung sedang membahas mengenai artikel yang dibutuhkan dalam pengembangan SDM, khususnya yang terkait penjualan. Seperti yang kita ketahui sekarang ini Human Capital sangat penting dalam pemenuhan bisnis sekarang ini. SDM dianggap sebagai aset yang berharga, serta tidak hanya mesin produksi maupun sarana perusahaan yang lainnya yang dikatakan aset. Tetapi Sumber daya manusia adalah aset yang mesti dipertimbangkan keberadaannya serta diberdayakan sebagai aset agar menunjang perusahaan untuk maju dan berkembang.

Baca juga artikel : 9 tantangan SDM yang perlu diperhatikan oleh usaha kecil

Banyak perusahaan rintisan dan usaha kecil melihat sumber daya manusia sebagai biaya yang tidak bisa dihindari daripada seorang kontributor. Namun, seperti kita memberikan tempat duduk terlebih dahulu ketimbang sebuah meja, seorang atau sebuah tim SDM profesional bisa berharga layaknya seorang teknisi, pemasar, dan sales. 

Dari pemerataan pekerjaan dan standarisasi kompensasi hingga kebijakan tempat kerja dan program tunjangan, SDM berfungsi sebagai tulang punggung pengalaman karyawan. Jika perusahaan mengabaikannya terlalu lama, mereka dapat melewatkan kesempatan untuk berhati-hati dalam membangun dan mengembangkan proses orang yang dapat membantu mereka berkembang lebih cepat. Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk berinvestasi dalam SDM cepat atau lambat dapat memberikan perbedaan dalam jangka panjang.

Memahami kebutuhan bisnis untuk skala dan staf yang memadai

Salah satu keputusan paling sulit bagi pemimpin manapun selalu berada sekitar pengkariyawanan dan perekrutan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Ahli di bidang SDM dapat melakukan penilaian kebutuhan atas nama organisasi dan membuat peluang penyelarasan jumlah karyawan yang paling menguntungkan bagi perusahaan.

Seimbangkan harapan karyawan dan pengkaryawan

Seiring tumbuhnya bisnis, harapan tempat kerja tetap yang mengubah ide menjadi kenyataan perlu berubah untuk mendukung dan melibatkan populasi karyawan terus bertambah. Seorang profesional atau tim SDM dapat mendorong keseimbangan antara pengkaryawan dan karyawan, dan memastikan karyawan dapat menerima manfaat dan program yang mereka butuhkan.

Banyak perusahaan kecil dan kepemimpinan yang ramping, ragu untuk mencurahkan jumlah karyawan dan dana untuk SDM sejak awal, dan memilih untuk mengalihdayakan SDM. Meskipun ini tampak seperti pendekatan yang paling layak untuk meningkatkan inisiatif bisnis, hal ini sering kali menciptakan kekurangan sumber daya yang signifikan di area bisnis.

Baca juga artikel : Tahapan-tahapan agar menjadi seorang pimpinan human capital (HC) yang lebih professional dan sukses pada internal perusahaan.

Ciptakan budaya strategis yang dibangun di atas kepercayaan

Semakin awal perusahaan menyadari dampak dari orang-orang produktif, semakin awal mereka dapat berinvestasi dalam program dan budaya perusahaan untuk mendukung hubungan tersebut melalui kepercayaan. Setelah SDM diterapkan dalam inti bisnis, itu adalah kunci untuk membuka budaya yang menarik dan mnginspirasi yang melayani karyawan agar lebih siap untuk melayani perusahaan.

Berinvestrasi dalam SDM di tempat kerja seperti halnya membawa sebuah lem ke meja kerajinan. Anda tidak menyadari betapa membutuhkannya sampai mulai menyatukan semua bagian

Semoga artikel diatas bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan pembangunan SDM bidang penjualan dan menjadikan sebagai aset, maka silahkan hubungi kami di SINI. Tim kami siap akan mendampingi Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s