HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN INTERNAL ORGANISASI PERUSAHAAN DAN MANAJEMEN KEPEMIMPINAN (MANAGER)

Merujuk dari pengertian apa itu manajemen (definisi sebenarnya dari manajemen) bahwa manajemen adalah sebuah seni untuk mengatur. Mengatur disini tergantung pada “masing-masing obyek”. Karena manajemen ini adalah kata kerja, bukan kata benda.

Jadi, manajemen ini tergantung pada konteks obyek yang akan di atur. Misalkan, ada banyak sekali macam-macam manajemen yaitu manajemen emosi, manajemen kewirausahaan, manajemen pemasaran dan masih banyak lagi manajemen-manajemen lainnya.

Yang membedakannya adalah berdasarkan obyek yang diatur, namun intinya adalah sama yaitu agar obyek yang diatur dapat menjadi lebih teratur. Lalu mengapa manajemen disebut dengan seni? Karena seni menampilkan keindahan, jika Anda sudah sangat memahami tentang manajemen maka Anda akan menemukan letak keindahan didalamnya.

Apapun obyek manajemen itu, jika Anda sudah mulai terbiasa untuk membuat manajemen yang baik, maka Anda akan merasa masih ada yang kurang, tidak teratur, dan jika hal tersebut tidak di manage dengan baik, makan itu berarti Anda sudah mendekati dengan keinginan untuk memanajemen.

Tujuan Manajemen ?

Tujuan utama dari manajemen adalah untuk menempatkan sesuatu pada tempat yang seharusnya. Jika manajemen keuangan, berarti mengatur keuangan agar dapat menjadi lebih teratur, baik itu adalah alur uang masuk dan keluar sudah jelas. Sehingga pembukuan tidak menjadi semrawut.

Apabila dihubungkan dengan kepemimpinan (Manager) pada dasarnya terdapat 5 buah fungsi utama dari manajemen, yaitu :

1. Planning (Perencanaan).
2. Organizing (Mengorganisasi).
3. Staffing (Penempatan).
4. Coordinating (Mengkoordinasi).
5. Controlling (Pengawasan/Mengontrol).

Kelima fungsi dasar manajemen tersebut harus ada dalam struktur internal perusahaan, entah itu masih berskala UKM maupun sudah berskala corporate besar. Mengapa hal itu menjadi sangat penting? Karena, tanpa adanya fungsi manajemen yang berjalan dengan baik, maka perusahaan akan menjadi timpang dan tidak bisa berjalan dengan semestinya.

1. Fungsi Planning (Fungsi Perencanaan Manajemen).

Yang paling utama adalah fungsi planning. Mengapa ini menjadi sangat penting? Karena fungsi planning adalah aktivitas untuk menyusun, merencanakan apa yang menjadi tujuan perusahaan serta tentang bagaimana caranya untuk mencapai tujuan tersebut.

Perencanaan atau planning dilakukan pada awal pembentukan perusahaan, dalam proses planning inilah akan ditentukan tujuan dari organisasi perusahaan secara menyeluruh, serta upaya-upaya terbaik yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dari sinilah peran utama seorang pemimpin manager sangat diperlukan. Manager harus bisa mengevaluasi langkah-langkah strategis apa saja yang nanti akan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut.

Hal ini sangat penting, karena jika perusahaan memilih langkah yang salah maka akan sangat sangat sulit bahkan bisa saja gagal dalam mencapai tujuan perusahaan. Jadi intinya perencanaan manajemen itu sangat penting untuk dilakukan dari awal pembentukan organisasi perusahaan, karena fungsi yang lain tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang.

2. Fungsi Organizing (Fungsi Pengorganisasian Manajemen).

Fungsi manajemen yang kedua adalah tentang fungsi mengorganisasi. Ingat, dari awal manajemen itu adalah obyeknya. Nah, organisasi perusahaan adalah salah satu obyek yang dimanage agar dapat menjadi teratur dan mudah untuk mencapai tujuan.

Fungsi Organizing adalah sebagai yang mengatur segala sumber daya yang ada dalam perusahaan. Agar sumber daya tersebut dapat berfungsi pada tempat yang tepat serta mampu untuk melaksanakan peran dan fungsinya secara maksimal, agar dapat mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

3. Fungsi Staffing (Penempatan).

Staffing ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan organizing. Karena pada intinya adalah untuk menampatkan pada tempat yang tepat. Namun staffing tidak selalu tentang tenaga kerja saja. Akan tetapi merambah kepada semua sumber daya yang ada, seperti peralatan, inventaris, dan lain sebagainya. Nah, mengapa hal ini menjadi sangat penting? Karena, terkadang 1 divisi tidak terlalu membutuhkan barang A misalnya, namun divisi lainnya sangat membutuhkannya.

Jadi, sangat penting artinya agar bisa bisa mengetahui kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi pada setiap unit. Adapun fungsi dari staffing adalah mencakup:

1. Perencanaan SDM yang ada.
2. Jika masih kurang, maka harus mengadakan rekruitmen tenaga kerja baru lagi.
3. Melaksanakan seleksi bagi mereka yang sudah mendaftar (melamar).
4. Pengenalan tentang perusahaan dan untuk melakukan orientasi karyawan.
5. Pelaksanaan kerja.
6. Evaluasi terhadap kinerja karyawan.
7. Pemberian reward and punishment berdasarkan hasil evaluasi tersebut.
8. Pemberian kesempatan terhadap pengembangan karir.

Itulah beberapa fungsi dari staffing. fungsi manajemen berikutnya adalah coordinating.

4. Fungsi Coordinating (Pengarahan/Mengkoordinasikan).

Fungsi Coordinating juga biasa disebut dengan fungsi Directing, yang artinya adalah sama yaitu mengarahkan. Jadi, Coordinating atau directing adalah fungsi yang bertujuan untuk meningkatakan keefektivitasan serta efisiensi kerja yang optimal.

Directing alias fungsi pengarahan merupakan fungsi dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dengan optimal dan menciptakan suasana lingkungan kerja yang tetap dinamis, sehat dan lain sebagainya. Terdapat beberapa aktivitas yang harus dilakukan pada fungsi pengarahan, yaitu:

1. Menerapkan dan mengimplementasikan proses kempimimpinan, pembimbingan serta motivasi kepada para pekerja agar dapat bekerja dengan nyaman dan tentunya maksimal. Sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
2. Memberikan tugas beserta penjelasannya secara rutin yang berhubungan dengan pekerjaan
3. Menjelaskan tentang semua kebijakan yang telah berlaku dan ditetapkan oleh perusahaan.

Diluar itu, fungsi directing juga membutuhkan seorang pemimpin/manager yang professional. Karena, pasti ditengah jalan akan selalu ada saja permasalahan yang akan dihadapi oleh karyawan. Karena itulah, diperlukan adanya sosok pemimpin yang mampu untuk memberikan solusi jika terjadi permasalahan saat berada ditengah jalan.

5. Fungsi Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan)

Fungsi controlling adalah fungsi yang bertugas untuk menilai apakah pekerjaan yang dilakukan oleh SDM yang ada sudah mencapai target atau masih belum. Controlling ini sangat penting untuk dilakukan, karena akan sangat menentukan apakah kualitas dari layanan atau produk tersebut masih tetap terjaga dengan baik atau tidak.

Karena itulah, pada saat perencanaan harus terdapat standard khusus tentang bagaimana suatu pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan baik atau tidak. Dengan controlling kita akan tahu, tentang hal-hal apa saja yang harus dibenahi, sehingga akan semakin meningkatkan mutu pelayanan kita.

Nah, itulah sekilas tentang fungsi manajemen kepemimpinan, yang sangat penting agar bisa diterapkan dengan baik dalam organisasi perusahaan. Karena, jika dalam internal manajemen perusahaan itu buruk maka sudah dapat dipastikan bahwa perusahaan tersebut tidak akan bisa bertahan dan berumur panjang.

Jika pembaca membutuhkan pelatihan mengenai kepemimpinan dan managerial skill silahkan klik training, dan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu. ( Frans M. Royan, SE,MM)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s