Arsip Tag: Konsultan manajemen Menado

UNSUR INTI DAN TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN INTERNAL PERUSAHAAN

Pada saat ini konsultan manajemen usaha akan membahas mengenai pengendalian manajemen internal perusahaan. Pengendalian manajemen internal organisasi perusahaan merupakan salah satu usaha yang paling sering dilakukan oleh pihak manajemen puncak dalam mengontrol dan mengendalikan jalannya operasional perusahaan secara lebih tersistematis dalam upaya untuk mencapai tujuannya dengan cara membanding-bandingkan antara prestasi kerja dengan perencanaan serta membuat suatu tindakan nyata yang lebih tepat dan kemudian akan digunakan untuk mengoreksi setiap perbedaan-perbedaan yang terpenting pada internal organisasi perusahaan.

Pengendalian biaya pada internal organisasi perusahaan yang lebih efektif juga masih tergantung kepada komunikasi yang baik antara informasi akuntansi (laporan keuangan) dengan akuntansi manajemennya. Dengan cara membuat laporan-laporan prestasi kerja, controller akan bisa memberikan sebuah kesimpulan berupa saran-saran terhadap berbagai tingkatan manajemen tentang tindakan perbaikan-perbaikan apa saja yang masih diperlukan dan harus segera dilakukan pada setiap kegiatan yang sudah dan kegiatan yang akan dilakukan.

Laporan juga bisa berbentuk pernyataan secara langsung maupun secara tertulis dari pihak controller terhadap tingkat manajemen pusat perusahaan yang berisikan tentang berbagai informasi laporan-laporan penyimpangan dari rencana yang sebelumnya sudah ditentukan, disesuaikan dengan prinsip-prinsip manajemen yang sebenarnya dan berdasarkan dari penyimpangan yang sudah terjadi selama ini. Laporan ini selain sebagai laporan terhadap terjadinya penyimpangan rencana (jika ada), juga berfungsi untuk memberikan laporan tentang prestasi kerja yang selama ini sudah dicapai oleh para pekerja.

Beberapa unsur inti yang terdapat pada sistem pengendalian manajemen organisasi perusahaan, menurut konsultan manajemen usaha yaitu:

1. Deteksi.
2. Seleksi.
3. Efektitifas.
4. Komunikasi.

Beberapa unsur yang saling berhubungan satu sama lain dalam membentuk suatu proses kinerja. Proses yang terjadi ketika deteksi akan langsung mencari informasi yang sangat berguna tentang berbagai aktivitas-aktivitas dari organisasi perusahaan dan deteksi ini juga bisa berupa sistem informasi, baik yang bersifat formal maupun informal, yang menyediakan berbagai informasi terhadap pimpinan tentang apapun yang selama ini sudah terjadi dalam sebuah aktivitas perusahaan.

Setelah informasi tersebut sudah didapatkan, maka berbagai aktivitas yang sudah terekam tersebut akan langsung dibandingkan dengan standar atau dijadikan sebagai dasar patokan berupa kriteria-kriteria tentang apa saja yang seharusnya dilakukan dan seberapa jauh untuk bisa dilakukan pembetulan-pembetulannya.

Proses dari pengendalian manajemen yang baik sebenarnya juga harus memuat informasi formal, namun untuk sifat pengendalian informal sendiri juga masih banyak dan seringkali terjadi pada beberapa internal organisasi perusahaan. Pengendalian manajemen formal berupa tahapan-tahapan yang saling berhubungan satu sama lain yang terdiri dari beberapa proses berikut, yaitu:

1. Proses Pemrograman (Programming Process).

Dalam tahap ini perusahaan harus terlebih dahulu menentukan program-program seperti apa saja yang akan dilaksanakan dan harus bisa memperkirakan sumber daya yang bagaimana yang nantinya akan bisa langsung dialokasikan untuk setiap program yang sudah ditentukan tersebut.

2. Proses Penganggaran (Budgeting Process).

Pada tahap penganggaran ini, program harus segera direncanakan dengan lebih terinci, dinyatakan dalam satuan moneter untuk suatu periode tertentu, biasanya adalah satu tahun. Anggaran ini juga masih berdasarkan pada sekumpulan anggaran-anggaran dari pusat pertanggungjawaban.

3. Operasional dan Akuntansi (Operating and Accounting).

Pada tahap yang satu juga ini harus dilaksanakan pencatatan tentang berbagai sumber-sumber daya yang sudah digunakan dan berbagai macam penerimaan-penerimaan yang sudah dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya tersebut akan langsung digolongkan dan disesuaikan dengan program yang sudah ditetapkan beserta beberapa pusat-pusat tanggungjawabnya. Penggolongan yang sudah sesuai dengan program akan langsung digunakan sebagai suatu dasar untuk proses pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan untuk penggolongan yang sudah sesuai dengan pusat tanggungjawab akan langsung digunakan untuk mengukur setiap kinerja dari setiap masing-masing manajernya.

4. Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis).

Tahapan yang satu ini adalah yang terpenting, karena sebagai penutup dari suatu siklus proses pengendalian manajemen intenral organisasi perusahaan agar semua data-data yang nantinya akan digunakan untuk proses pertanggungjawaban akuntansinya dapat langsung dikumpulkan.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar unsur-unsur inti dan beberapa tahapan-tahapannya dalam proses pengendalian manajemen internal organisasi perusahaan dari konsultan manajemen usaha. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila bapak ibu pembaca membutuhkan artikel mengenai hal tersebut diatas, atau ingin dan akan merapikan manajemen perusahaan mulai dari review Struktur organisasi, Review Job des, Flow Chart proses bisnis sampai dengan penggunaan software dan perbaikan system manajemen di perusahaan silahkan hubungi, Frans M. Royan, SE,MM di kontak di 081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu. Terima kasih!

Iklan