POIN-POIN PENTING TRANSFORMASI MANAJEMEN KONVENSIONAL KE MANAJEMEN MODERN

Pada saat kondisi tidak menentu ini, keberadaan manajemen tradidisional atau konvensional sangat terasa sudah mulai tidak bisa bersaing. Sulit untuk memprediksi dan meramalkan perkembangan bisnis yang terjadi. Umumnya tiba-tiba perusahaan kesulitan keuangan karena tidak menemukan inovasi baru. Hal ini terkait pengelolaan manajemen yang masih manual, tidak tersistematis, kendali kontrol bertumpu semuanya pada pemilik bisnis, padahal pemilik bisnis memiliki keterbatasan. Pemilik bisnis tidak mendelegasikan, dan cenderung semua ingin ditangani sendiri. Kondisi ini semakin berat jika perusahaan sedang dihantam badai ketidak pastian dalam bisnis. Supaya bisa beralih ke manajemen modern, dibutuhkan banyak persiapan dan langkah-langkah awal dalam membenahi manajemen. Di bawah ini terdapat beberapa langkah dalam mengubah manajemen perusahaan konvensional ke manajemen modern.


Review proses bisnis
Mereview proses bisnis di perusahaan sangat penting untuk mendapatkan formula aktivitas kerja sangat efisien. Mulai dari penjualan, pembelian, persediaan, Inventory, Kas dan bank, serta proses produksi dire-view sedemikian rupa supaya kebijakan dan aturan main menjadi jelas. Bagaimana caranya? Melakukan perbandingan cukup baik dengan perusahaan yang bermanajemen modern lainnya. Kalau tidak bisa memanggil ahli di bidang ini tentunya. Ahli atau konsultan yang memiliki jam terbang tinggi dan melihat banyak perusahaan yang sejenis dengan berbagai model manajemen yang berbeda dengan yang lainnya, dengan menyarikan hal yang terbaik.
Membuat Dokumen
Membuat dokumen untuk memotret bisnis proses yang ada di perusahaan. Dengan membuat dokumen kebijakan-kebijakan bisa dibuat sedemikian rupa, termasuk anggaran yang mesti diberikan sehingga semuanya tidak bertumpu pada pihak pemilik usaha. Semua nantinya terdelegasi dalam suatu struktur organisasi sehingga dengan adanya struktur organisasi, Tim dalam perusahaan dapat bekerja secara TIM dan tidak semuanya tersentral karena dalam organisasi masing-masing memiliki pucuk pimpinan. Pembuatan dokumen adalah penegasan siapa yang memimpin dan dipimpin, termasuk job des masing-masing, aliran dokumen dan pekerjaan terdokumenkan dengan baik dalam bentuk SOP (Standar operating procedure).
Implementasi sistem tekonologi
Untuk mendukung proses bisnis yang sudah didokumentasikan dibutuhkan perangkat lunak, dalam bentuk software. Mulai software accounting, Pay Roll dan HRD maupun software lainnya yang mewakili kategori perusahaan. Teknologi informasi ini sangat penting sebagai dash bord untuk melihat total penjualan, pembelian, kondisi inventory, Kas dan bank maupun laporan keuangan ter-update sehingga melalui laporan keuangan kebijakan dan strategi manajemen bisa dilakukan.
Evaluasi SDM
Apabila tahapan di atas sudah dilakukan dibutuhkan evaluasi SDM dalam implementasi apa yang sudah dibuat di atas, apakah sudah patuh dalam menjalankan dokumen yang sudah dibuat. Masalah sering timbul dibagian ini karena SDM sering kali menolak perubahan. Oleh sebab itu dibutuhkan langkah-langkah dalam penerapan SOP, dan umumnya bisa dilakukan step by step agar flow yang dibuat sesuai dengan kebijakan bisa terlaksana dengan baik.
Evaluasi proses bisnis yang tidak efektif
Mulai melakukan evaluasi proses bisnis yang tidak efektif. Dalam pembuatan dokumen terdapat beberapa tambahan yang mungkin dibutuhkan, namun ketika dijalankan banyak SDM yang tidak bisa melaksanakan dengan kendala-kendala yang mereka utarakan. Apabila kendala itu sangat logis dan masuk akan dan sudah dicoba beberapa kali tidak bisa jalan, maka jalan keluar untuk merevisi proses bisnis yang dibutuhkan sangat perlu dilakukan. Apakah hal ini menyebabkan pengehentian secara mayor atau minor dalam proses implementasi dokumen. Jika mayor maka ambil tindakan cepat untuk penyelesaian sangat penting dilakukan.


Gunakan audit external
Audit internal bisa dibentul yang meliputi audit finance dan accounting, maupun audit proses bisnis. Internal audit memastikan apakah semua sudah berjalan dengan baik, tranformasi dari konvensional manajemen ke modern manajemen. Ini jika perusahaan telah melaksanakan audit secara internal. Tetapi setelah ini perlu dilakukan audit secara eksternal. Nah, untuk audit secara external sangat penting agar transformasi yang dilakukan bisa dikaji secara keberhasilan.
Semoga artikel di atas bisa menjadi ide-ide perbaikan untuk family bisnis, atau perusahaan yang masih konvensional dan ingin menunju modern. Atau transformasi perusahaan dari generasi pertama kepada generasi berikutnya menjadi mulus, dan jika membutuhkan pendampingan konsultan untuk proses transformasi ini, silahkan hubungi kami di groedu@gmail.com atau wa kami di 081-252-982900. Kami siap mendampingi anda semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s