MEMPERTIMBANGKAN APAKAH MEREKRUT KARYAWAN BARU ATAU MEMPROMOSIKAN KARYAWAN INTERNAL UNTUK POSISI MANAJERIAL?

Posisi Manajerial merupakan salah satu posisi yang sangat strategis dan membutuhkan adanya pertimbangan yang lebih mendalam untuk mengisi posisinya jika sewaktu-waktu terjadi kekosongan pada posisi tersebut. Karena secara formal, memang orang-orang yang seharusnya menempati posisi seperti ini bisa dikatakan sebagai seorang leader tingkat menengah keatas.

Pada posisi seperti inilah maka berbagai kebijakan-kebijakan yang lebih strategis akan diputuskan untuk keberlangsungan hidup dari suatu organisasi perusahaan. Terdapat adanya sebuah pilihan yang membutuhkan keputusan yang sangat tepat terkait dalam urusan pencarian orang yang lebih tepat untuk mengisi kekosongan pada posisi sebagai pihak manajerial ini.

Pilihan tersebut adalah apakah harus merekrut karyawan baru atau dengan mempromosikan karyawan internal yang sudah sangat berpengalaman dan sangat cocok dengan kriteria untuk menempati posisi sebagai seorang manajer perusahaan. Hal ini memang menjadi dilema tersendiri bagi para pengusaha, khususnya yang bergerak dalam bidang HRD.

Dengan cara membanding-bandingkan perbedaan keputusan untuk merekrut karyawan baru dengan kriteria yang cocok untuk menempati posisi manajerial ataukah dengan jalan mempromosikan karyawan internal perusahaan untuk menempati posisi manajerial tersebut yang masih kosong akan sangat membantu Anda dalam membuat keputusan yang lebih tepat untuk permasalahan seperti ini.

1. Rekrutment Dari Eksternal Perusahaan (Manajer Baru).

Merekrut karyawan baru untuk mengisi posisi kosong tersebut, biasanya banyak dilakukan dengan adanya pertimbangan bahwa keuntungan dari proses rekrutment eksternal seperti ini adalah manajerial akan dapat menentukan criteria-kriteria seperti apa yang lebih cocok untuk bisa menempati posisi ini.

Orang-orang dengan posisi manajerial dari eksternal akan jauh lebih open-minded untuk berbagai perubahan dan mampu memberikan ide-ide segar karena mereka akan menggunakan pengalamannya dari luar untuk melihat permasalahan yang masih belum terlihat atau memang sengaja ditutup-tutupi oleh pihak internal perusahaan. Merekrut karyawan untuk posisi manajerial secara eksternal juga tidak perlu membuang-buang waktu lama dalam proses pengkaderannya, sehingga sangat menghemat pengeluaran perusahaan.

Namun untuk kekurangannya adalah, self beloging terhadap perusahaan dan tim yang menjadi bagian dibawahnya tidak akan menjadi terlalu kuat, ia sudah sangat tertinggal jauh dalam hal merasakan perintisan dan adanya ikatan-ikatan emosional lainnya dari kalangan seniornya. Hal ini biasanya akan sangat berdampak pada kinerja dari para karyawan baru tersebut di awal-awal mereka bekerja. Ide-ide segar darinya mungkin juga akan menjadi sedikit tersendat karena hal itu. Dan lagi selain hal itu juga akan ada kemungkinan bahwa munculnya “kecemburuan” dari kalangan karyawan lama yang merasa memiliki potensi yang lebih besar untuk menempati posisi tersebut. Namun hal-hal seperti ini tentunya tidak akan menjadi masalah terlalu besar jika saja divisi HRD dapat mengkomunikasikannya di antara para karyawan baru dan karyawan lama.

2. Mempromosikan Karyawan Internal untuk Menempati Posisi Manajerial.

Mempromosikan orang dari internal perusahaan untuk menempati posisi manajerial membutuhkan proses pengkaderan yang serba terencana dan tersistematis. Seperti halnya mekanisme untuk berbagai perusahaan-perusahaan pada umumnya, terdapat proses dan indikator kapan dan bagaimana seseorang akan dapat dinaikan levelnya misalnya dari level staff untuk menjadi supervisor lalu menjadi manajer dan seterusnya.

Orang-orang dari internal perusahaan lebih cenderung sudah mengetahui tentang apa saja kelebihan dan kekurangan perusahaan, begitu pula sebaliknya. Sehingga keberlangsungan dari roda bisnis tidak sampai menjadi sedikit melambat seperti halnya jika perusahaan akan merekrut karyawan baru untuk menempati posisi manajerial. Namun biasanya, kekurangan dari orang-orang internal yang sudah diketahui oleh pihak direksi perusahaan akan menjadi catatan terpenting dalam mempertimbangkan mereka untuk bisa dipromosikan atau tidaknya agar bisa naik jabatan untuk menempati posisi sebagai manajer perusahaan.

Cara-cara yang masih dapat dilakukan dalam menyeleksi orang-orang internal untuk dipromosikan yaitu dengan cara mengujinya dengan memberikan tambahan tugas-tugas penting, mengikutsertakannya pada berbagai pelatihan-pelatihan kepemimpinan untuk semakin meningkatkan kapasitasnya jika nanti suatu saat diangkat menjadi manajer, melakukan pendekatan secara internal untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang bagaimana karakter juga kapabilitasnya, dan memberikan mereka kesempatan untuk mengikuti berbagai proses seleksi untuk promosi secara fair (adil).

Hal seperti ini mungkin saja menjadi salah satu kekurangan ketika mempromosikan karyawan lama karena perusahaan juga harus membiayai proses seleksi dan pelatihan dalam rangka untuk mempromosikan jabatannya secara internal dari seseorang. Namun yang pasti akan selalu ada yang namanya persaingan diantara sesama orang-orang internal perusahaan.

Kesimpulannya adalah , yang harus selalu diingat dalam hal ini adalah posisi manajerial merupakan posisi yang sangat strategis yang tidak boleh sembarang orang dapat menempatinya, jika dalam proses promosi tersebut orang internal dirasa masih kurang mampu, maka tidak ada salahnya bukan untuk mempertimbangkan dengan proses rekrutmen karyawan eksternal. Kedua proses tersebut memang sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan juga sama-sama cukup beresiko tinggi terhadap kelangsungan hidup perusahaan, tinggal bagaimana cara dari pihak direksi untuk mengelola bagaimana agar resiko tersebut dapat bermanfaat bagi perusahaan.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana dalam mempertimbangkan apakah harus merekrut karyawan baru ataukah harus mempromosikan karyawan internal perusahaan yang cukup kompeten untuk menempati posisi manajerial. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas, atau pembimbingan pembentukan Tim HRD dan SOP HRD serta pembuatan KPI untuk perusahaan, silahkan hubungi kami di groedu@gmail.com atau kontak 0818521172 atau 081-252-982900. Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s