GUDANG LOGISTIK SEBAGAI SARANA PENYIMPANAN DISTRIBUSI SEKALIGUS SARANA PENDISTRIBUSIAN TERBAIK

Biasanya gudang (logistik) dianggap hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang saja, namun sebenarnya bisa juga berfungsi sebagai sarana pendistribusian terbaik dalam usaha logistik. Pendistribusian barang yang telah dilakukan dari pabrik kepada end user setidaknya akan menyebabkan biaya yang lebih besar. Selain itu juga membutuhkan persiapan waktu yang tidak sebentar apabila harus mengirimkan barang-barang langsung dari pabriknya.

Karena itulah, peran penting dari pergudangan dirasa semakin penting oleh para pelaku usaha di Indonesia khususnya untuk melayani bisnis dalam negeri dan juga untuk membantu proses ekspor- impor yang dilakukan oleh perusahaan.

Jangan Memilih Gudang Penyimpanan Hanya Berdasarkan Harga Saja

Walaupun harga biasanya masih menjadi dasar utama bagi perusahaan dalam memilih gudang penyimpanan, namun tetap saja, itu bukanlah faktor penentu utama apakah digudang tersebut memang tepat atau tidak untuk penyimpanan perusahaan. Masih banyak faktor-faktor lain yang harus diperhatikan oleh perusahaan sebelum akhirnya akan menggunakan gudang penyimpanan yang lebih tepat seperti:

1. Layout Gudang.

Layout atau tata ruang dalam gudang merupakan hal yang perlu Anda perhatikan saat ingin menyewa gudang penyimpanan. Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk melihat keadaan layout dari suatu gudang, yaitu:

• Jarak dinding dengan barang. Pastikan bahwa jaraknya tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh. Apabila terlalu dekat maka bisa beresiko untuk rusak, sementara apabila terlalu jauh maka akan merugikan space.
• Lorong antar barang. Berikan juga space atau lorong untuk lalu lintas barang agar proses keluar masuknya barang dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.
• Tempat untuk menyimpan barang. Kenali terlebih dahulu seperti apa saja karakteristik dari barang yang ingin disimpan didalam gudang. Apakah barang tersebut memang membutuhkan palet atau tidak. Jika membutuhkan palet maka dimensi dari palet tersebutlah yang menjadi faktor utama bagi barang tersebut agar bisa tersimpan dengan baik dalam gudang.

2. Flow (Aliran).

Flow sendiri merupakan aliran dari keluar masuknya barang. Bagaimana caranya agar barang dapat keluar masuk dengan lebih efisien dengan jarak yang seminimal mungkin. Terdapat dua pilihan alur yang biasanya akan digunakan oleh gudang, yaitu: through flow dan u-flow.
Gudang sendiri lebih sering menggunakan u-flow karena memilki beberapa keuntungan seperti: daerah penerimaan yang berdampingan, sehingga ruangan dapat digunakan secara lebih fleksibel dan dapat menghemat banyak sekali ruang semaksimal mungkin.

3. Size & truck access (Ukuran dan akses truk).

Ukuran gudang juga sangat penting untuk diketahui sebelum menyimpang barang dalam gudang tersebut. Pikirkan juga kendaraan pengiriman yang akan digunakan untuk mengantarkan barang ke gudang. Apakah barang yang dikemas dapat dengan mudah dikeluarkan dan disimpan dalam gudang atau tidak. Apakah memungkinkan bagi truk untuk proses mengeluarkan dan mengangkut barang dari gudang.

4. Cross docking.

Cross docking merupakan system yang mendukung terjadinya proses distribusi secara cepat dan juga aman. Yang mana pada saat barang di terima, maka warehouse akan langsung disiapkan kembali untuk pengiriman selanjutnya tanpa disimpan terlebih dahulu didalam gudang. Untuk melakukan cross docking seperti ini tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas karena hanya membutuhkan palet saja untuk meletakan barang. Terdapat dua jenis cross docking, yaitu: pre-packed cross docking dan intermediate handling cross docking.

• Pre Packed Cross Docking yaitu kemasan seperti palet atau peti yang telah dipilih dan diterima akan langsung dibawa ke outbond docks untuk digabungkan dengan kemasan yang sama. Kemudian akan dimuat ke dalam kendaraan pengiriman langsung ke end user tanpa adanya proses handling.
• Intermediate Handling Cross Docking adalah kemasan yang telah diterima akan dibuka terlebih dulu untuk diberikan label kemudian diberikan kemasan baru oleh distribution center. Lalu kemasan baru ini akan dikirimkan langsung kepada outbond dock untuk digabungan bersama dengan kemasan yang serupa dari supplier lain dan dimuat dalam kendaraan pengiriman.

Keuntungan dari jenis cross docking ini adalah banyak sekali menghemat waktu dan juga biaya, karena adanya pemendekan proses arena dan tidak perlu memindahkan produk ke dalam atau ke luar dari lokasi gudang. Termasuk juga untuk menghemat banyak waktu untuk data entry yang akan langsung dihubungkan ke dalam system informasi manajemen inventory.

5. Loading dock.

Merupakan tempat untuk truk dalam melakukan loading dan unloading barang. Tidak semua gudang memiliki loading dock, padahal perannya begitu penting dalam jasa persewaan gudang. Barang yang akan dibawa oleh truk akan lebih mudah dikeluarkan apabila gudang tersebut memiliki loading dock. Jika tidak, maka proses loading dan unloading akan menjadi jauh lebih sulit. Bentuk dari loading dock ini tentunya harus disesuaikan dengan jenis truk yang mengangkut barang. Banyaknya variasi dari jenis truk pada saat ini menjadikan loading dock pun harus dapat menyesuaikan dengan truk tersebut agar bisa mempercepat proses pergerakan barang.

Agar tidak sampai terjadi gap antara loading dock dan juga jenis truk, maka hadirlah jenis adjustable loading dock. Jenis ini lebih memungkinan untuk menyesuaikan atau mengubah ketinggian dari loading dock. Ada yang bisa dirubah secara manual dan ada pula yang menggunakan teknologi suspensi. Keuntungan dari adanya loading dock ini tentu saja akan semakin mempercepat pergerakan dari barang sehingga dapat menghemat banyak sekali biaya dan juga waktu yang dibutuhkan dalam proses distribusi barang.

6. Warehouse management system (WMS).

WMS bisa dibilang adalah sebagai jantung baru bagi dunia logistik. Dengan bantuan teknologi terhadap segala aktivitas dapat dengan mudah dikontrol dengan menggunakan WMS. Mulai dari pengiriman, penerimaan, penyimpanan, sampai dengan pengambilan. Semua hal itu dapat dikontrol dengan baik mulai dari pergerakannya sampai penyimpanan yang lebih baik. Selain itu penggunaan space dalam gudang akan menjadi lebih maksimal karena proses penerimaan dan pengiriman akan menjadi lebih efisien.

Keuntungan dari penggunaan WMS diantaranya akan semakin mempercepat handling process karena awalnya harus dikerjakan secara manual, namun sekarang dapat dikerjakan secara terkomputerisasi. Selain itu, semua transaksi inventorya juga dapat diketahui melalui WMS dengan lebih cepat. Hal itupun dapat juga diakses secara real time, sehingga semakin memudahkan perusahaan dalam mengetahui status dari barang yang telah disimpan didalam gudang. Tidak hanya itu, WMS juga bisa memaksimalkan penggunaan gudang. Mulai dari jumlah dan tipe barang yang akan disimpan dalam gudang dapat diatur skala penyimpanannya secara terkomputerisasi.

Banyaknya manfaat aktivitas dalam gudang tentunya akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Seperti mengurangi waktu proses pengiriman dan juga waktu untuk melakukan inventori movement. Selain itu, dengan menggunakan sistem dapat semakin mempermudah pekerjaan dari man power karena dalam melakukan tugasnya telah sangat terbantu dengan adanya sistem. Nah, itulah pembahasan tentang gudang logistik sebagai sarana penyimpanan sekaligus sebagai sarana pendistribusian terbaik, semoga bisa bermanfaat dan semakin menambah wawasan Anda sekalian seputar gudang logistik dan faktor penunjang apa saja yang harus Anda perhatikan sebelum akan memilih gudang untuk penyimpanan barang. Terimakasih dan salam sukses.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s