MEMULAI MEMBANGUN MANAJEMEN AUTOPILOT DI PERUSAHAAN. GAMPANGKAH?

MEMULAI MEMBANGUN MANAJEMEN AUTOPILOT DI PERUSAHAAN. GAMPANGKAH?
Pembangunan manajemen autopilot tidak segampang yang kita bayangkan. Seperti membalikan telapak tangan. Pemilik bisnis sebaiknya memahami hal ini sebagai bagian upaya perusahaan yang tidak mudah. Oleh sebab itu perlu kesabaran dan pembangunan yang dilakukan secara terus menerus. Apa langkah-langkah yang mesti dilakukan agar berhasil membangun manajemen autopilot perusahaan?
1. Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah dengan hal-hal sebagai berikut :
2. Lakukan asessment terhadap karyawan, apakah karyawan berada di posisi yang tepat?
3. Perbaiki system informasi di Perusahaan sedemikian rupa.
4. Susun dokumen proses bisnis di perusahaan agar perusahaan berjalan dengan baik dan lancar.
5. Buat penilaian kinerja para karyawan agar karyawan memiliki tanggung jawab penuh.
6. Untuk menunjang hal-hal tersebut diatas lakukan training secara terus menerus agar perubahan manajemen dapat terlaksana dengan baikdi perusahaan.


Mengapa harus melakukan asessment terhadap karyawan perusahaan? Tentu saja agar setiap karyawan bekerja pada fungsi yang tepat. Seperti yang diketahui bahwa setiap karyawan memiliki latar belakang pendidikan yang mendukung apa yang dikerjakan. Misalnya bagian accounting sebaiknya diduduki oleh seorang yang memiliki latar belakang pendidikan accounting. Bukan dengan pendidikan yang lainnya. Asessment ini sangat berguna untuk menempatkan karyawan pada tempat yang tepat. Jangan sampai keliru, sebab jika keliru maka pekerjaan karyawan tidak akan maksimal. Jadi pada saat rekrut awal sebaiknya spesifikasi pekerja dipertimbangkan. Selain latar belakang sangat menentukan, pengalaman pekerjaan karyawan juga menunjang untuk posisi yang sesuai. Meski pada perusahaan hal ini seringkali diabaikan oleh pemilik bisnis, dan oleh sebab itu pekerjaan mereka menjadi tidak efektif karena salah menempatkan orang.
Apabila di perusahaan tidak ada system informasi manajemen yang cukup baik, sebaiknya segera melakukan pemasangan system informasi menajamen. Hal ini terkait dengan laporan keuangan yang mana laporan keuangan dapat menjadi pertimbangan dalam membuat strategi bisnis. Tidak adanya system informasi menyebabkan perusahaan akan kehilangan informasi yang akurat mengenai tujuan dari perusahaan. Perusahaan umumnya didirikan untuk mendapatkan profit, apabila tidak ada bantuan informasi teknologi maka tidak ada data yang bisa dianalisa oleh Manajer atau pemilik bisnis. Sistem informasi manajemen dapat berupa software accounting, software HRD dan pay roll. Serta lainnya yang sangat dibutuhkan dalam menganalisa efektifitas kegiatan bisnis, baik disisi SDM dan perolehan.
Susun dokumen perusahaan apabila perusahaan belum memiliki dokumen untuk proses bisnis. Tujuan utama disusun dokumen ini adalah agar perusahaan memiliki panduan yang konsisten mengenai alur bisnis serta kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat. Dengan adanya pedoman dalam proses bisnis, siapapun yang berkerja maka tidak akan menjadi masalah. Adanya dokumen ini akan terintegrasi dengan system informasi teknologi. Apa saja dokumen yang dibutuhkan? Mulai struktur organisasi, job description, SOP, Intruksi kerja. Dokumen ini sangat power full jika disusun sedemikian rupa dan dilakukan improvement setiap tahunnya.
Buat KPI (Key performance indicator) untuk karyawan agar karyawan secara otomatis melakukan pekerjaan dengan cermat sesuai dengan standar KPI yang dibuat. Dengan KPI ini maka seluruh pekerjaan yang sesuai dengan SOP bisa dikerjakan dengan baik. Penilaian kinerja ini dapat memacu karyawan bekerja secara mandiri.


Untuk menunjang hal-hal tersebut diatas, pelatihan sangat penting. Seperti yang diketahui perubahan yang terjadi di perusahaan selalu membawa dampak yang significant. Oleh sebab itu pelatihan-pelatihan untuk membiasakan mereka bekerja secara professional sangat penting. Pelatihan-pelatihan itu bisa mulai dari dasar saja, visi misi perusahaan, nilai-nilai budaya perusahaan, sampai dengan pelatihan yang terkait skill dan knowledge masing-masing departemen. Mulai marketing, finance dan accounting, HRD, produksi dan lain-lain.
Jadi secara garis besar untuk menuju manajemen autopilot tidak mudah dan membutuhkan upaya-upaya, dan anda sebagai pembawa perubahan dan sebagai motor perubahan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan pembimbing setara konsultan menajemen yang professional. Dibanding melakukan sendiri dengan trial dan error, oleh sebab itu jadikan perusahaan anda bermanajemen autopilot secara berkesinambungan bersama konsultan yang membimbing anda. Semoga artikel ini sangat bermanfaat, bantuan konsultasi manajemen autopilot silahkan hubungi 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu anda! ( Frans M. Royan, SE,MM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s