MANAGEMENT RACKING SYSTEM DALAM MANAJEMEN LOGISTICK DAN JENIS-JENIS RACKING SYSTEM

Salah satu elemen terpenting dalam sebuah gudang adalah tersedianya racking system (sistem rak). Racking inilah yang menjadi tempat utama untuk menyimpan barang-barang dengan aman dan rapi. Bayangkan saja apabila tidak ada racking, maka barang-barang yang tersimpan dalam gudang akan sangat berantakan dan kacau.

Racking pun sebenarnya memiliki jenis-jenis yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kegunaannya masing-masing. Karena tidak semua barang cocok disimpan dengan metode racking system yang sama. Terdapat beberapa jenis racking yang sering digunakan dalam gudang, yaitu:

1. SPR (Selective Pallet Racking).

SPR merupakan salah satu dari jenis rak yang paling popular dan lebih sering digunakan dalam gudang. Sistem rak seperti ini sangat cocok untuk barang-barang yang sudah dikemas dan berukuran cukup besar. Sistem rak ini juga sangat cocok untuk menata semua barang yang ada dalam gudang dari segala jenis ukuran dan berat palletnya. Keuntungan dalam menggunakan palet seperti ini adalah dapat menampung lebih banyak barang karena memiliki tinggi yang lebih banyak.

2. DDR (Double Deep Racking).

Sistem rak seperti ini juga sangat memungkinkan untuk menyimpang barang-barang yang lebih banyak sekitar 30% dari selective pallet racking. Hal itu dikarenakan penyusunan rak yang memang dirancang untuk menyimpan dua baris standar SPR dan dua bagian belakang lalu digabungkan menjadi satu. Jenis rak seperti ini sangat cocok untuk metode penyimpanan barang-barang LIFO (Last in First out) yang mana barang-barang yang terakhir kali dimasukan adalah berupa barang yang akan segera dikeluarkan.

3. Cantiliver Racking System.

Sistem Cantiliver adalah berupa rak gudang yang memang dirancang secara khusus untuk menyimpan barang-barang yang panjang seperti kayu, ban, tiang, tabung, karpet, atau barang-barang lain yang memiliki ukuran panjang dan proposional. Rak akan didesain untuk disesuaikan dengan bentuk dan ukuran dari barang-barang tersebut. sehingga tidak akan menyebabkan terjadinya kesulitan pada saat proses penyimpanan barang dalam gudang.

4. Drive in Racking System.

Untuk barang yang tidak bisa disimpan dengan cara ditumpuk antara satu dengan lainnya, ini merupakan metode racking yang sesuai. Sistem seperti ini sangat cocok untuk menyimpan barang-barang yang tidak memiliki jadwal keluar masuk barang yang ketat. Metode seperti ini juga akan mampu mengoptimalkan luas gudang dengan mengurangi luas lorong, sehingga sangat cocok untuk penyimpanan dalam skala yang lebih besar.

5. Multi Tier Racking System.

Sistem racking seperti ini sangat cocok sekali untuk menyimpan barang-barang secara manual, karena sistem seperti ini lebih memungkinkan bagi operator gudang untuk mengakses semua barang secara langsung. Bagi yang ingin menyimpan barang secara manual, multi tier racking sistem adalah solusi yang paling tepat, karena dapat menyimpan semua jenis barang dan sangat fleksible untuk digunakan.

Multi tier racking system juga mampu memaksimalkan ruangan dengan membentuk rak-rak secara vertikal beserta lorong dengan ketinggian yang berbeda-berbeda agar dapat menampung barang yang lebih banyak. Selain itu, tersedia tangganya juga untuk semakin memudahkan bagi seseorang untuk mengakesesnya.

6. SSP (Structural Steel Platform).

Platform seperti ini menggunakan kayu dan besi untuk dibuat menjadi mezzanine. Manfaatnya sudah jelas untuk menyimpan barang yang lebih banyak lagi. Selain itu, dengan adanya platform seperti ini, maka akan memberikan ruang yang yang lebih luas pada bagian bawah rak. Metode seperti ini juga memiliki banyak sekali aksesoris lainnya yang dapat ditambahakn ke dalam platform SSP ini.

7. Dynamic Storage Racking System.

Sistem sepeti ini sangat cocok sekali untuk menyimpan barang-barang yang memiliki tanggal kadaluarsa. Karena, dengan sistem rak seperti ini, akan sangat memungkinkan bagi orang untuk memantau produk dengan sangat mudah. Dynamic Storage Racking System yang lebih sering disebut sebagai live storage seperti ini sangat cocok juga untuk digunakan dengan palet, kardus, maupun container.

Itulah, beberapa jenis dari management racking system yang harus Anda ketahui agar bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang dalam gudang. Masing-masing metode mempunyai keunggulannya masing-masing dan disesuaikan dengan jenis barang yang akan disimpannya. Untuk itulah, kenali terlebih dahulu masing-masing karakteristik dari barang yang ingin disimpan dan juga harus disesuaikan dengan rackingnya agar dapat semakin mempermudah dalam hal proses penyimpanan barang dalam gudang.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan pendampingan dalam mendirikan distributor, supermarket, manufacturing sederhana, software accounting, dan distribusi. Sulahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Tim kami siap membantu!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s