CARA EFEKTIF MEMBANGUN SALURAN PEMASARAN PRODUK PERTANIAN

Pada saat ini saluran pemasaran produk pertanian tidak dikemas dengan baik. Masih banyak para petani membeli produk pertanian yang masih tidak focus pada penjual resminya. Misalnya bibit kacang ijo, rata-rata petani membeli di pasar tradisional, serta tidak mengetahui beberapa bibit unggul yang dijual oleh pengembang bibit pertanian. Kendala ini tentunya disebabkan oleh produsen bibit pertanian tidak memiliki rangkaian jalur distribusi yang cukup baik.

Baru-baru ini penulis sedang mengunjungi salah satu pengembang bibit pertanian yang didukung oleh perusahaan bibit ternama dunia, masih bingung bagaimana menyalurkan bibit itu kepada petani, sementara itu para petani tidak produktif sebab hasil pertanian yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan.

Sejak presiden Soeharto meninggalkan ketatahan kepresidenan, pertanian Indonesia sangat terpuruk, berbeda dengan Negara Vietnam dan Thailand yang negaranya maju sebagai Negara pertanian yang menghasilkan berbagai komoditas pertanian diekspor keseluruh negera Asia yang membutuhkan bahkan ke Negara lain. Konon suatu cerita yang pernah terjadi adalah presiden Vietnam pernah belajar ke Indonesia dengan menemui presiden Soeharto. Ia belajar bagai mana bercocok tanam padi. Soeharto memiliki repelita yang cukup baik, tetapi sejak ia digulingkan Negara kita semakin tergantung dengan komoditi luar meskipun sebelumnya bisa lakukan swasembada. Sedangkan Negara Vietnam kini bisa menyalip Indonesia sebagai Negara penghasil beras. Apa yang kita pelajari dahulu di mata pelajaran bahwa Indonesia juga termasuk penghasil gula terbesar juga tidak ada kabar beritanya.

Unsur lain yang menyebabkan kenapa pertanian tidak bergairah, juga karena para generasi penerus tidak mau menjadi petani. Beberapa fakultas pertanian tutup ditinggalkan oleh mahasiswanya. Sementara itu keterpurukan berlanjut pada petani itu sendiri yang tidak bisa mendapatkan fasilitas yang memadai baik bibit dan pupuk dalam jalur distribusi yang cukup. Sebenarnya pemerintah sudah lakukan banyak subsidi bibit misalnya, tetapi hal ini macet karena banyak dikorupsi. Lalu bagaimana dengan jalur distribusi? Mari kita benahi dengan membenahi manajemen produsen penghasil bibit dan penghasil produk pertanian lainnya. Dengan supply chain yang baik, produk bisa disalurkan dengan tepat.

Saluran distribusi yang dibuat oleh swasta akan memperhitungkan supplay and demand. Jalur distribusi bisa dibentuk dengan ratai sebagai berikut : distributor produk pertanian – agen produk pertanian – toko pertanian dan terakhir adalah petani. Untuk membangun rantai distribusi seperti ini butuh kepercayaan dan manajemen yang dikelola dengan baik. Apabila pembaca ingin meningkatkan manajemen distribusi produk pertanian dapat belajar dari saluran distribusi produk consumer. Apabila dengan belajar tidak cukup mendapatkan bekal silahkan layangkan email ke groedu@gmail.com atau hubungi 0818521172, tim kami akan membantu. (Frans M. Royan)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s