BOM SARINAH SAMA SEPERTI LEMAHNYA MARKET INTELIGENCE DI PERUSAHAAN YANG KALAH BERSAING

Bom Sarinah baru-baru ini mengguncang kota Jakarta dan beritanya secepat kilat didengar seluruh warga di Negara kepulauan yang dipimpin oleh pak Jokowi.  Ada yang mengatakan bahwa kejadian ini karena lemahnya pihak intel negara yang mungkin sedang tiarap. Sehingga kurang peka terhadap apa yang bakal terjadi. Biasanya para intel akan cepat mengetahui adanya kejahatan-kejahatan yang bakal terjadi, kali ini kebobolan. Bom Sarinah ini sebenarnya sebagai contoh untuk perusahaan yang kalah bersaing dengan perusahaan kompetitornya, baik di segi harga, kecepatan promosi, produk-produk yang diluncurkan atau launching produk yang dilakukan terlebih dahulu oleh kompetitor.

Bayangkan saja jika para pemasar perusahaan tidak mampu dan memiliki jiwa inteligence (penyelidikan, analisa, intuisi) terhadap apa yang dilakukan kompetitor tentunya pemasaran produk perusahaan akan habis dilibas oleh pesaingnya. Kondisi ini banyak terjadi pada perusahaan-perusahaan yang mulai mengalami kemunduran dalam bisnisnya akibat kurang peka terhadap gerakan yang dilakukan oleh para kompetitor  dalam negeri maupun luar negeri. Oleh sebab itu sebaiknya jangan sampai terulang kejadian ini seperti Bom yang meledak di kantor polisi Sarinah pukul sebelas tadi. Lalu apa yang mesti dilakukan ?

Sebaiknya manajer pemasaran atau supervisor pemasaran  membagi waktunya antara bekerja di belakang meja dan di lapangan. Buat prosentase 30 persen di belakang meja dan 70 persen di lapangan supaya mengetahui kondisi lapangan dan kebutuhan pasar sesungguhnya, ingat sebaiknya jangan sembunyi dibalik meja dan jangan sampai terjadi seperti Bom di kawasan Sarinah.

Sering melihat data transaksi-transaksi yang terjadi dilapangan dan menganalisanya agar perkembangan bisnis dapat diketahui sedemikian rupa sehingga kekurangan yang terjadi di produk, layanan dan lain-lain bisa diperbaiki segera.

Sering melakukan survey atau riset mengenai produk yang diluncurkan maupun yang bakal dipasarkan, jangan sampai memasarkan produk berada dalam blind market/ rabun dan buta pasar.  Serta bacalah kesimpulan dengan cermat dan membuat strategi pemasaran yang tepat pula. Apabila dengan cara sendiri tidak bisa dilakukan karena kesibukan luar biasa, maka gunakanlah tenaga yang akan membantu meriset keperluan pemasaran produk perusahaan anda.

Jangan lupa gunakan tools yang akan cukup membantu seperti software yang selalu dapat memberikan laporan  mengenai penjualan produk, nah software apa yang dapat memunculkan laporan demikian, software  Firmus  bisa membantu dalam memunculkan laporan penjualan serta lain-lainnya untuk kebutuhan persaingan produk di pasar.

Apabila dengan artikel ini masih membutuhkan bantuan, sebaiknya segera hubungi konsultan yang bisa membantu kesulitan anda saat ini. Semoga artikel ini berguna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s