MENINGKATKAN KINERJA BISNIS DI TENGAH EKONOMI MAKRO YANG TIDAK MENENTU

Pada saat tidak terjadi gejolak perubahan secara ekonomi, baik mikro dan makro. Kinerja perusahaan tidak terpengaruh banyak, bahkan belum disadari sebenarnya kesulitan di tubuh perusahaan itu ada. Seperti cash flow di perusahaan masih kelihatan lancar, tetapi pada saat terjadi perubahan secara ekonomi, tiba-tiba cash flow menjadi tidak lancar. Hal-hal yang mempengarui adalah Piutang penjualan pada pelangan menjadi sulit untuk diuangkan karena pelanggan terpengaruh juga oleh perubahan ekonomi, sehingga tidak bisa membayar supplier secara on time. Efek dominonya akhirnya perusahaan memilah-milah customer berdasarkan kemampuan bayar customer, namun hal ini tentu saja mengakibatkan turunnya penjualan, sementara itu biaya tetap terus berlangsung sehingga profit menurun. Belum lagi kondisi internal perusahaan yang carut-marut oleh pengaturan secara manajemen yang tidak efektif, hal ini tentu saja semakin menjadi beban bagi perusahaan dalam menghadapi kesulitan yang ada saat ini di perusahaan.

Supaya perusahaan dapat bertahan dari situasi dan kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini perusahaan perlu menanta ulang apa saja yang ada di perusahaan agar perusahaan memiliki kinerja yang meningkat dan bertahan di tengah sulitnya kondisi ekonomi saat ini. Beberapa tips dapat dilakukan antara lain :

  1. Tinjau ulang revenue stream Dengan melakukan listing kembali penguangan asset sales perusahaan, perusahaan akan mendapatkan penghasilan tidak saja dari produk dan jasa yang ada selama ini. Penguangan bisa meliputi sumber daya-sumber daya yang ada saat ini, misalnya menyewakan mesin yang idle time (nganggur), menyewakan asset property, memanfaatkan fungsi marketing sebagai broker untuk permintaan konsumen diluar produk dan jasa utama, serta menambah penguangan lainnya dari key Recourse yang ada di perusahaan.
  2. Mulai meninjau ulang dengan memadatkan fungsi organisasi dengan membagi tenaga inti, tenaga penggerak dan tenaga cadangan. Untuk hal ini perusahaan sebaiknya tidak menambah lagi tenaga cadangan apabila tenaga cadangan berhenti, tetapi menggantikannya dengan pihak out sourching sehingga fix cost yang muncul dapat dikurangi.
  3. Meninjau ulang proses bisnis yang ada di perusahaan dengan cara menyederhanakan layanan, seperti cara pembayaran cepat lewat mesin EDC, transfer, collection dan lain-lain. Serta pengiriman cepat untuk dalam kota, dan luar kota menggunakan jasa outsourching.
  4. Meninjau ulang investasi yang menjadi beban perusahaan dengan melakukan re-planning dan mengoptimalkan yang sudah ada, serta mengkreasi dari yang sudah ada menjadi layanan yang inovatif. Cek kembali kemampuan mesin, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya untuk dikreasi dan di-inovasi.
  5. Ubah pekerjaan manual menjadi pekerjaan yang berteknologi, sehingga dapat mengefektifkan pekerjaan dengan sumberdaya manusia yang padat, serta ukur sumber daya yang ada dengan KPI (key performance indikator ) yang sesuai. Serta memberikan reward & punisment yang

Semoga poin-poin tersebut diatas bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi pembaca. Info lanjutan dan diskusi business review silahkan kunjungi web : www.konsultanmanajemenusaha.com. ( Penulis : Frans M. Royan, SE, MM adalah Managing Director Groedu International Consultant, Managing Partner FINA & ANDAL Software solusi bisnis & Entrepreneur In Residence Universitas Ciputra Surabaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s