CARA EFEKTIF MENGELOLA PIUTANG PENJUALAN AGAR TIDAK DIKORUPSI KARYAWAN  

 

Piutang penjualan sangat rawan menjadi pusat kejahatan karyawan yang terlibat dibagian ini. Mengacu pada kejadian dibeberapa perusahaan, collector diam-diam menilep uang hasil penagihan. Atau admin pemegang dokumen piutang penjualan tidak menyetorkan uangnya ke atasan dan menilepnya. Atau salesman juga menggunakan modus yang sama yang dilakukan collector mengembat uang perusahaan begitu saja setelah melakukan penagihan. Mengapa demikian?

Sebenarnya hal ini bisa diberesin apabila di perusahaan juga diberesin secara sistem manajemennya. Pengelolaan Piutang penjualan dapat dilakukan secara manual, yang mana bagian penerima uang menuliskan di buku catatan atau jurnal kas masuk. Tetapi sulit dikontrol karena bagian penerima uang tidak terintegrasi dengan bagian lain, sebab catatan manual hanya tersimpan di admin dokumen piutang saja. Begitu pula finance tidak bisa mengkroscek dengan baik karena perusahaan melakukan secara manual. Banyak sekali kejadian bobolnya uang setoran hasil penjualan ini diembat oleh karyawan perusahaan sendiri. Baru-baru ini seorang kasir telah mengembat uang sebesar 620 juta mulai bulan Mei sampai dengan Juni, dan pemilik usaha tidak mengetahui. Baru disadari uangnya diembat setelah diaudit. Semua itu terlambat.

Langkah-langkah efektif yang dianjurkan agar uang perusahaan tidak dikorupsi oleh karyawan. Antara lain :

  1. Mulailah mendesain sistem pengelolaan keuangan perusahaan yang berkaitan dengan penagihan. Yaitu mulai dokumen piutang penjualan diserahkan kepada collector/salesman dan penyerahan kembali dokumen maupun hasil tagihan yang berupa cek/giro atau uang tunai.
  2. Buatlah flow chart atau alur kerja mulai dari piutang penjualan diserahkan ke collector sampai dengan collector menyerahkan hasil setoran ke bagian keuangannya.
  3. Kalau memungkinkan pakailah software accounting untuk melakukan pencatatan. Software accounting yang terintegrasi sangat bermanfaat untuk saling crosscek antara pemegang dokumen penagihan dan bagian penerima uang serta bagian pencatatan. Selain itu software accounting bisa untuk lakukan croscek keuangan yang ada di lemari besi dengan yang ada di software dan dengan bukti-bukti setor lainnya.
  4. Pakailah seorang controller keuangan agar pencatatan, penerimaan keuangan dan lain-lain bisa diawasi dengan baik. Dengan adanya seorang controller maka masalah keuangan yang dikorupsi karyawan bisa ditekan.

Semoga poin-poin tersebut di atas dapat membantu para pengusaha dalam mengelola keuangannya. Apabila dari poin-poin tersebut masih belum banyak membantu, info lanjutan dapat dilayangkan ke groedu@gmail.com. Atau sms langsung ke 0818521172 untuk meminta keterangan lebih lanjut. Atau ikuti seminar sehari mengenai pengelolaan piutang penjualan dengan klik“seminar bagaimana mengelola piutang penjualan”

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s