POD CAST : MENGAPA TRANSAKSI OMNI CHANNEL TIDAK MUDAH TERDETEKSI?

Pip: Bisnis Anda ramai di Instagram, websitenya dikunjungi, tapi laporan penjualan tetap sepi — dan Anda mulai menyalahkan digital marketing. Konsultan Manajemen Usaha Surabaya punya pendapat lain soal itu.

Mara: Di episode ini kita bahas tiga wilayah: kenapa transaksi omnichannel sering tidak terdeteksi, bagaimana influencer bisa mengangkat brand awareness produk FMCG, dan cara membangun funnel B2B yang menghasilkan penjualan konsisten. Mari mulai dari omnichannel.

Transaksi Omnichannel Yang Tidak Terlihat Bukan Berarti Gagal

Mara: Banyak pemilik bisnis menilai kanal digital dari transaksi yang langsung tercatat. Masalahnya, perjalanan konsumen jarang sesederhana itu.

Pip: Postingan ini menyebutnya dengan lugas: “kanal digital dapat berfungsi sebagai sumber pertama konsumen mengenal produk, tempat konsumen mencari informasi sebelum membeli, penguat kepercayaan sebelum datang ke toko.”

Mara: Artinya website dan media sosial bekerja jauh sebelum kasir mencatat transaksi. Konsumen bisa melihat produk di Instagram, membaca spesifikasi di website, lalu membeli di toko fisik — dan laporan toko hanya mencatat penjualan offline.

Pip: Sistem analitik website pun tidak bisa mengikuti konsumen yang keluar lalu checkout di Shopee. Jadi angka konversi digital kelihatan kecil, padahal mesin sudah berjalan.

Mara: Solusinya bukan menunggu teknologi sempurna. Postingan ini menyarankan langkah praktis: tanyakan sumber informasi kepada pelanggan saat transaksi, gunakan kode promo per kanal, dan evaluasi semua kanal sebagai satu rangkaian, bukan satu per satu.

Pip: Dari omnichannel yang susah dilacak, kita geser ke strategi yang justru mengandalkan kepercayaan personal — influencer.

Influencer Untuk Brand Awareness Produk FMCG

Mara: Produk FMCG punya siklus pembelian cepat dan harga terjangkau, sehingga keputusan beli sangat dipengaruhi persepsi publik. Di sinilah influencer masuk.

Pip: Postingan ini menegaskan: “konsumen kini lebih percaya pada rekomendasi individu dibandingkan iklan konvensional.” Bukan klaim baru, tapi konsekuensinya konkret.

Mara: Konkretnya: influencer membangun kepercayaan lewat konten yang autentik dan relatable, bukan hard selling. Dan untuk FMCG, micro serta nano influencer sering memberikan engagement lebih optimal dibanding mega influencer.

Pip: Jangkauan jutaan orang memang menggoda, tapi kedekatan dengan audiens ternyata lebih menggerakkan pembelian.

Mara: Keberhasilan kampanye pun perlu diukur — reach, engagement rate, click-through rate, hingga peningkatan penjualan — supaya brand bisa mengevaluasi dan memperbaiki pendekatan ke depannya. Pemilihan influencer yang sesuai nilai brand dan brief yang fleksibel juga disebut sebagai kunci kolaborasi yang efektif.

Pip: Kalau omnichannel soal memetakan perjalanan konsumen B2C, berikutnya kita bicara perjalanan yang lebih panjang dan lebih terstruktur — funnel B2B.

Membangun Funnel B2B Yang Menghasilkan Penjualan Konsisten

Mara: Dalam B2B, penjualan tidak terjadi instan. Postingan ini memulai dengan pernyataan yang menentukan arah seluruh strateginya: “funnel marketing membantu Anda memetakan perjalanan calon klien dari tahap awal mengenal bisnis Anda hingga akhirnya melakukan pembelian.”

Pip: Tiga tahap klasik — awareness, consideration, decision — tapi tiap tahap punya taktik berbeda. Awareness butuh konten edukatif dan SEO, consideration butuh studi kasus dan email nurturing, dan decision butuh demo atau proposal yang cepat ditindaklanjuti.

Mara: Kecepatan respons di tahap decision disebut sangat memengaruhi keputusan akhir. CRM dan marketing automation direkomendasikan untuk memastikan konten yang tepat sampai di waktu yang tepat.

Pip: Dan funnel tidak berhenti setelah penjualan. Retensi, upselling, program loyalitas — semuanya bagian dari sistem yang sama.


Mara: Dari omnichannel, influencer, sampai funnel B2B — benang merahnya satu: pahami perjalanan konsumen secara menyeluruh sebelum menilai mana yang berhasil.

Pip: Karena strategi yang terlihat sepi di dashboard bisa jadi sedang bekerja keras di tempat yang tidak terbaca. Sampai episode berikutnya.


Eksplorasi konten lain dari Jasa - Konsultan Manajemen Bisnis, Pemasaran dan Pemasaran digital Surabaya | Call - 0818521172 , 081252982900 (Wa)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan