TREND PERILAKU KONSUMEN TAHUN 2022

Woman in casual white sweater and sunglasses on pink red background holding shopping bags shocked amazed excited isolated copy space

Perubahan kondisi era sekarang ini baik di bisnis maupun perilaku konsumen semakin berubah, khususnya pada pandemi kali ini. Dibawah ini beberapa informasi mengenai seputar trend yang bakal terjadi di tahun 2022 ini. Silahkan simak.

1. Transaksi Digital Masih Menjadi Pilihan Utama Customer

Consumer behavior di 2022 diprediksi masih sangat mengandalkan transaksi digital untuk berbelanja kebutuhan. Hal ini karena sejak awal pandemi tahun 2020 lalu hingga saat ini, transaksi digital terus mengalami kenaikan pesat. Hal ini diperkirakan akan terus berlangsung sampai beberapa tahun mendatang. Dengan kecenderungan meningkatnya transaksi digital ini, sudah tentu para customer berharap bisa mendapatkan pengalaman pelayanan dan customer experience yang lebih memuaskan daripada tahun ini. Customer experience adalah pengalaman customer yang berhubungan dengan produk atau jasa dari bisnis Anda. Dengan demikian, Anda harus menyiapkan pelayanan digital yang lebih baik lagi. Misalnya dengan memperbaiki user experience (UX) agar customer tidak kesulitan saat melakukan transaksi.

Baca juga artikel : strategi social media marketing

2. Customer Menginginkan Produk yang Memberikan Kenyamanan

Prediksi berikutnya yaitu di tahun 2022 nanti akan ada banyak konsumen yang beralih ke produk yang dapat memberikan kenyamanan. Beberapa contoh barang yang banyak dicari misalnya produk relaksasi seperti lilin aromaterapi, alat gym, hingga peralatan spa. Hal ini sesuai dengan tren perilaku konsumen di tahun sebelumnya, dan diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2022. Sebab, kebijakan selama pandemi membuat banyak orang mau tak mau mencari hiburan di rumah saja. Hal ini mau tak mau menjadi alasan kenapa mereka berusaha meredakan kebosanan dan stres dengan membeli produk yang dapat membantu untuk relaksasi.

3. Customer Hanya Akan Belanja Saat Benar-Benar Membutuhkan Barang

Ekonomi memang menjadi salah satu bidang yang paling terdampak akibat pandemi. Hal itu juga berpengaruh pada kebiasaan konsumen dalam mengelola keuangan mereka. Menurut Forbes, hal tersebut membuat customer akan menjadi lebih bijaksana dalam membeli barang. Sehingga mereka akan membeli barang saat benar-benar membutuhkannya saja. Prediksi ini bisa menjadi acuan supaya brand Anda beradaptasi dengan selalu menyediakan informasi mengenai ketersediaan barang.

4. Kebutuhan untuk Bepergian Terus Meningkat

Tahun 2022 diprediksi akan terjadi perubahan consumer behavior, di mana mereka mulai bepergian kembali setelah merasa jenuh akibat pandemi. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan pelayanan untuk melakukan aktivitas bepergian yang lebih aman dan nyaman. Pilihan utamanya tentu saja memilih brand yang mampu memberikan pelayanan dan dukungan untuk keamanan serta kemudahan saat bepergian.

Baca juga artikel : menjangkau konsumen lebih banyak menggunakan cloud marketing

5. Mudah Tergoda Iklan di Media Sosial

Sejak pandemi hingga saat ini, mayoritas customer lebih sering berada di rumah dan menghabiskan sepanjang waktu untuk berselancar di media sosial. Hal tersebut rupanya membentuk consumer behavior baru, yaitu lebih mudah tergoda oleh iklan di platform media sosial. Kecenderungan ini diyakini akan terus berlanjut hingga tahun 2022 dan seterusnya. Dengan demikian, maka Anda harus pandai memanfaatkan hal tersebut. Lakukan riset pasar di media sosial. Kemudian cobalah untuk lebih aktif menggunakan berbagai platform media sosial sebagai sarana promosi. Buat konten marketing dan iklan yang menarik agar customer lebih mudah tergoda untuk melakukan transaksi. Jangan lupa juga sertakan promo atau diskon agar mereka lebih mudah terpikat.

6. Gaya Hidup Menjadi Lebih Fleksibel

Menurut VTT, kebijakan work from home atau bekerja jarak jauh masih diperkirakan akan tetap terus diberlakukan oleh sejumlah perusahaan. Hal tersebut tentunya juga berpengaruh pada gaya hidup customer yang lebih fleksibel. Permintaan akan produksi pakaian santai di rumah atau makanan ringan untuk menemani aktivitas kerja akan terus mengalami peningkatan. Dengan demikian, maka brand harus bisa melihat peluang bisnis dari hal tersebut. Misalnya dengan memproduksi beragam barang untuk memenuhi gaya hidup fleksibel para customer.

Semoga artikel di atas bermanfaat, dan menjadi inspirasi anda baik sebagai pebisnis maupun sebagai konsumen.

Sumber : Haryo Ardito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s