HINDARI KESALAHAN-KESALAHAN BERIKUT JIKA ANDA INGIN MENJADI PENGUSAHA SUKSES MELALUI CROWDFUNDING

Para pengusaha, baik dengan skala yang lebih kecil atau yang sudah besar sekalipun tidak akan pernah bisa terlepas dari yang namanya permasalahan, dan yang paling sering terjadi adalah berupa permasalahan yang berhubungan erat dengan permodalan usaha. Bagaimana tidak? Modal usaha merupakan komponen utama dan yang terpenting dalam mendirikan dan menjalankan sebuah usaha. Mengumpulkan modal juga bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Namun, masih banyak cara-cara lain yang bisa dilakukan agar bisa mendapatkan tambahan modal usaha. Dan yang paling sering dilakukan adalah dengan beberapa cara, yaitu:

1. Menggunakan uang sendiri (modal pribadi).
2. Meminjam ke bank.
3. Dan yang akhir-akhir ini sangat sering dilakukan oleh kebanyakan pengusaha adalah dengan crowdfunding.

Crowdfunding merupakan salah cara yang dilakukan oleh pengusaha agar bisa mendapatkan modal dengan mendapatkan sumbangan dana dari banyak pihak yang kemudian lebih sering disebut dengan investor. Jika menggunakan cara semacam ini, maka Anda harus berbagi keuntungan dengan para investor yang telah memberikan modalnya untuk membangun dan mengembangkan usaha Anda.

Meskipun jika harus berbagi keuntungan, namun cara tersebut dinilai adalah yang paling efektif agar bisa cepat mengembangkan perusahaan. Karena Anda tidak harus memikirkan bagaimana nasib dari perusahaan Anda sendirian, namun para investor juga akan ikut terlibat dan turun tangan langsung dalam berjalannya usaha Anda. Jika Anda menggunakan metode Crowdfunding untuk upaya pencarian modal usaha, maka jangan sampai Anda salah langkah dalam mendapatkan investor.

Simak beberapa kesalahan yang harus dihindari oleh para pengusaha agar bisa lebih memudahkan mereka dalam mendapatkan investor dan untuk menjaga hubungan baiknya dengan para investor tersebut.

1. Menargetkan Investor yang salah untuk pencarian dana segar untuk perusahaan.

Investor merupakan pihak yang perannya paling dibutuhkan oleh setiap pengusaha. Entah itu adalah jenis usaha konvensional, maupun yang berstatus startup sekalipun. Keberadaan dari para investor dalam suatu usaha bertujuan untuk menambah modal yang sudah Anda miliki sebagai seorang pengusaha. Berhati-hatilah pada saat melakukan pendekatan dengan para investor, jangan sampai Anda merasa tertipu atau mendapatkan investor yang tidak sesuai dengan visi misi Anda.

Belum lagi jika Anda sedang mempresentasikan ide bisnis kepada para investor. Kemungkinan terbesarnya ide bisnis Anda tersebut bisa dicuri oleh investor yang salah sangatlah besar ketika Anda sedang melakukan presentasi. Karena itu, Anda perlu untuk lebih berhati-hati lagi. Carilah investor yang memiliki reputasi yang baik dan sudah terpercaya. Jika ide bisnis Anda sudah dicuri, maka bisa-bisa ide yang sudah Anda kembangkan dan pikirkan dengan sangat matang tersebut akan dijual dengan harga sangat mahal kepada pihak lain.

Janji-janji soal sumbangan dana dari para investor pastinya akan terdengar sangat menggiurkan bagi para pengusaha yang baru mengawali usahanya. Namun, alangkah baiknya jangan ungkapkan 100% tentang semua strategi dan rahasia dari bisnis Anda kepada para investor, apalagi yang masih merupakan calon investor baru yang baru saja Anda kenal.

2. Terlalu gegabah dan egois dalam mengambil keputusan.

Mendapat suntikan dana ketika sedang menjalankan sebuah usaha memang bukanlah hal yang akan menjadikan para pengusaha semakin bahagia. Dengan dana tersebut, Anda bisa merencanakan langkah seperti apa saja yang bisa dilakukan untuk kedepannya demi pengembangan perusahaan. Namun, Anda jangan terlalu egois dalam mengelola uang-uang tersebut. Diskusikanlah dengan para investor yang telah memberikan modalnya untuk berbagai kebutuhan dari usaha Anda. Karena dengan cara menerima uang dari para investor, maka itu berarti mereka juga sangat berhak untuk menentukan bagaimana nasib dari usaha Anda.

Bagaimanapun juga, para investor tersebut telah menanamkan modalnya kepada usaha Anda karena mereka ingin mendapatkan keuntungan dari usaha Anda juga. Semua keputusan yang lebih mengarah kepada usaha tersebut memang sudah sepantasnya untuk dirundingkan bersama-sama. Jika para investor merasa tidak dilibatkan, maka mereka berhak untuk memutuskan hubungan kerja samanya atau yang lebih parahnya lagi adalah mereka bisa meminta kembali uang yang pernah disetorkannya pada usaha Anda. Namun, lain halnya jika Anda memiliki modal usaha dari uang sendiri atau pinjaman dari bank, yang bisa menentukan bagaimana keputusan bisnis sendiri. Pada saat Anda sudah memutuskan untuk menggaet investor dalam menjalankan bisnis, maka Anda harus memikirkan juga bagaimana pertimbangan dari para investor tersebut.

3. Memberikan janji yang tidak realistis.

Untuk mendapatkan suntikan dana dari para investor, maka Anda juga harus cukup pintar untuk meyakinkan mereka. Ciptakan visi-misi usaha Anda untuk kedepannya secara realistis, dan apa yang bisa Anda berikan kepada para investor tersebut jika mereka memberikan modalnya untuk usaha Anda. yang perlu untuk diingat adalah bahwa jangan sampai Anda hanya memberikan janji-janji saja, tanpa memiliki niat untuk memenuhi janji tersebut. Buatlah perencanaan yang lebih realistis dan masuk akal agar janji yang sudah Anda berikan pada saat presentasi kepada para investor tersebut bisa terlaksana dengan baik di kemudian hari.

4. Hanya terlalu fokus kepada Branding, bukan kualitas produk yang dihasilkan.

Memiliki branding yang cukup kuat memang baik untuk usaha Anda. Namun, para investor biasanya masih kurang tertarik untuk membahas tentang branding. Bagi mereka, kualitas produk adalah yang paling dinomor satukan. Logikanya adalah jika kualitas produk Anda bagus, maka permintaan dari pasar juga akan semakin meningkat. Seiring dengan semakin berkembangnya minat dari pasar terhadap produk Anda, maka brand Anda juga akan terbentuk dengan sendirinya melalui semakin tingginya permintaan dari pasar. Ada baiknya, sebelum Anda benar-benar memberikan proposal kepada para investor, maka cobalah untuk membuat perencanaan dan budget dari biaya produksi secara lebih jelas dan serba terperinci. Hal ini demi menghindari adanya permintaan modal tambahan terhadap para investor.

5. Kurang kreatif dalam metode pencarian dana untuk modal usaha.

Zaman sekarang, berbagai macam cara yang bisa dilakukan oleh para pengusaha agar bisa mendapatkan dana usaha bagi bisnisnya. Semuanya tentu saja masih tergantung dari peluang dan berapa besar dana yang Anda butuhkan. Selain itu, tujuan utama dari pendanaan tersebut juga harus Anda pikirkan dengan sangat matang untuk menarik lebih banyak minat dari para penyumbang dana atau investor. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan yaitu dengan crowdfunding, yaitu sebuah metode pendanaan yang berdasarkan dari banyak orang atau yang nantinya akan disebut dengan investor. Biasanya, dalam crowdfunding para pengusaha akan memberikan saham atau keuntungan berupa persenan, tergantung dari seberapa besar dana yang nantinya akan disumbangkan kepada pengusaha tersebut.

Jika Anda adalah salah satu dari pengguna metode crowdfunding, maka cobalah untuk mengunakan metode yang lainnya juga, jangan hanya terlalu mengandalkan metode crowdfunding. Karena, ketika cara tersebut sudah tidak bisa diterapkan lagi atau jika nantinya sudah tidak ada lagi yang menyetorkan dananya, maka Anda akan semakin kebingungan bagaimana dalam menjalankan usaha dengan dana yang sangat terbatas.

Mulai sekarang, cobalah untuk mencari cara lain, misalnya pinjaman dari bank. Intinya adalah Anda harus tetap menjaga usaha Anda agar masih tetap mampu berjalan dengan lancar. Pinjamlah dana yang disesuaikan dengan kebutuhan. Perhitungkan semuanya dengan sangat matang perbandingan antara modal bisnis Anda dengan pendapatan yang kira-kira nantinya akan Anda terima untuk ke depannya agar bisa terhindar dari kebangkrutan total.

Setelah Anda mengetahui beberapa kesalahan di atas, dan jika Anda adalah seorang pengusaha atau baru saja memulai usaha, maka Anda perlu untuk lebih berhati-hati lagi dalam bertindak. Karena tindakan Anda tersebut nantinya akan dapat berdampak langsung pada kelangsungan hidup dari usaha Anda.

Apapun jenis usaha Anda, tetap jaga hubungan baik dengan para investor. Tujuannya, agar bisa lebih memperlancar hubungan mutualisme saling menguntungkan antara Anda dengan para investor, juga untuk lebih mempermudah jika suatu saat Anda membutuhkan suntikan modal usaha. Jika hubungan yang sudah terjalin dengan sangat baik dan saling menguntungkan, maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa usaha Anda tersebut akan bisa dengan mudah untuk mendapat tambahan modal dari para investor tersebut.

Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, apabila bapak/ibu pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut terkait artikel atau membutuhkan bimbingan dalam start up perusahaan baru seperti supermarket, distributor dan manufacturing atau perusahaan lainnya. Silahkan hubungi 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s