PEMAHAMAN DAN PERBEDAAN YANG LEBIH MENDASAR TENTANG HUMAN RESOURCE MANAGEMENT (HRM) DENGAN HUMAN CAPITAL MANAGEMENT

Peran, Persamaan dan Perbedaannya, jika Anda adalah salah satu dari praktisi Human Resource Management (HRM) nya, maka bagaimana dengan rekan-rekan dari para Human Capital Practitioners (HCM)? Sudahkah Anda mengenal rincian istilah diantara HRM dan HCM?

Pemahaman Dasar Tentang HRM dengan HCM

HRM sebenarnya berfungsi untuk mengembangkan dan menjamin kesejahteraan dari SDM pada internal organisasi perusahaan, sehingga secara umum HRM merupakan strategi atau berupa serangkaian langkah-langkah dan pendekatan untuk mengelola atau menggunakan sumber daya manusia (SDM) nya untuk mencapai suatu tujuan/goals yang nantinya akan ditetapkan dalam organsasi perusahaan. HRM/Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) akan menentukan beberapa aspek manusia dalam posisi manajemen yang berkaitan dengan proses untuk:

  • Memperoleh.
  • Melatih.
  • Menilai.
  • Memberikan kompensasi terhadap karyawan.

Termasuk juga di dalamnya adalah untuk memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan juga permasalahan keadilan. HRM secara khusus akan diisi dengan program-program yang bersangkutan dengan orang (karyawan) yang akan dilakukan dalam fungsi organisasi yang paling efektif, memfasilitasi penggunaan orang (karyawan) dalam mencapai tujuan organisasi dan secara individu.

Dan itu artinya adalah ketika seorang karyawan telah bergabung dengan perusahaan, maka seluruh sumber daya yang masih ada pada dirinya, harus mampu lebih dioptimalkan lagi oleh perusahaan agar bisa memberikan berbagai manfaat terbesar bagi perusahaan itu sendiri dan sebenarnya juga bagi individu yang bersangkutan. Dalam beberapa hal akan terkesan bahwa semua yang ada pada diri seorang karyawan akan terus-menerus “diperas” untuk kepentingan perusahaan, karena dianggap sebagai sumber daya yang suatu saat akan bisa “habis”.

Jadi, mumpung masih ada sebelum “habis”, maka perusahaan harus memanfaatkan segala apapun yang masih ada pada diri seorang karyawan dengan semaksimal mungkin. Asumsi seperti ini memang tidak dapat disalahkan, karena perusahaan juga memiliki orientasinya sendiri dalam mendapatkan profit. Kemudian akan muncul sebuah pertanyaan, benarkah SDM sebagai seorang manusia akan habis pada saat nanti? Konsep tentang Karyawan sebagai capital/asset-lah yang kemudian akan mampu menjawab pertanyaan tersebut.

Beberapa tokoh lain juga menjelaskan tentang HCM, misalnya saja Kearns (2006) yang mengungkapkan bahwa human capital management memang lebih berfokus terhadap penambahan dan menciptakan value untuk proses pengembangan manusia. Hal itu akan semakin mendorong human capital untuk lebih mengedepankan betapa pentingnya pengambilan data, analisis, dan penyajian data-data untuk mendapatkan arahan yang lebih jelas dalam mengambil sebuah tindakan.

HCM berfungsi untuk mengelola dan mengembangkan kemampuan dari manusia untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi secara kinerjanya. Individu yang akan mampu menghasilkan, menggunakan pengetahuan dan keterampilan dari (human capital) serta untuk menciptakan modal intelektual (intelektual capital). Pengetahuan yang semakin ditingkatkan melalui sebuah interaksi dengan individu lain (social capital), sehingga akan mampu menghasilkan pengetahuan untuk mendukung pengembangan organisasi (organizational capital). Dari pemahaman di atas, maka akan dapat semakin kita cermati bersama, bahwa adanya sebuah intervensi yang dilakukan oleh perusahaan terhadap para karyawannya, berupa penambahan (penanaman pengetahuan atau kemampuan), serta dari adanya value pengembangan manusia.

Proses intervensi seperti ini memang lebih didasari, bahwa sebenarnya karyawan juga merupakan sebuah asset bagi perusahaan, selain daripada modal kerja dalam bentuk uang dan juga peralatan kerja yang masih ada. Tanpa ada kombinasi dari ketiga asset tersebut, yaitu: manusia, uang, dan peralatan kerjanya, maka akan dapat dipastikan bahwa perusahaan juga akan lebih cenderung kesulitan untuk mencapai segala macam jenis target yang sudah ditetapkannya.

Sebuah perusahaan yang mungkin saja memiliki banyak dana yang akan mampu digunakan untuk membeli berbagai macam hal, lokasi yang lebih strategis, program promosi yang cukup menarik, serta berbagai peralatan canggih yang sudah bisa berjalan secara otomatis. Bayangkan saja apa yang akan terjadi jika semua hal menakjubkan tersebut tidak ada karyawan yang mampu mengoperasikannya? Karyawan yang menjalankan operasional perusahaan dalam berbagai bidang/divisi/departemen, maka itulah asset terbesar yang masih dimiliki oleh perusahaan.

Agar tetap mampu dalam mengoperasikan berbagai macam peralatan yang masih ada, maka kira-kira apa saja yang masih dibutuhkan oleh karyawan? Ya, tentu saja karyawan yang ada diperusahaan itu sendiri dan akhirnya mau tidak mau juga harus belajar tentang banyak hal baru secara berkelanjutan, seiring dengan perkembangan yang sudah semakin maju. Pada saat kesadaran seperti ini sudah muncul, maka perusahaan diharuskan untuk menanamkan investasinya kepada para karyawan, dalam berbagai macam bentuk, misalnya seperti compensation dan benefit yang lebih menarik agar orang-orang yang terbaik masih tetap bersedia untuk bertahan di perusahaan, adanya budget pengembangan karyawan untuk tetap terus belajar tentang hal-hal baru tersebut, penyediaan fasilitas kerja yang lebih optimal dan juga masih banyak lagi hal-hal yang lainnya. Semua ini perlu dilakukan agar pada akhirnya tujuan perusahaan masih tetap dapat tercapai.

Abraham Maslow, adalah seorang tokoh Psikologi, yang lebih mampu dalam menempatkan aktualisasi dirinya dalam tatanan yang tertinggi. Ketika seorang karyawan sudah dikembangkan, maka dirinya juga akan ikut semakin bertumbuh dan tidak akan pernah habis pada suatu waktu, karena dalam dirinya masih tetap memiliki kebutuhan aktualisasi diri tersebut. Aktualisasi diri seperti inilah yang nantinya akan mampu mendorong terjadinya proses kerja karyawan yang berjalan menjadi jauh lebih optimal, sehingga tujuan perusahaan akan bisa langsung tercapai dengan lebih cepat, lebih besar maupun lebih banyak daripada yang sebelumnya sudah dijadwalkan atau ditargetkan.

Persamaan-Persamaan dan Perbedaan-Perbedaan dari Human Resource Management (HRM) dengan Human Capital Management (HCM)

Persamaan dari HRM dengan HCM adalah sama-sama untuk mengatur semua aspek dari sisi manusia/karyawan pada organisasi perusahaan dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen.

HCM & HRM akan menyediakan berbagai macam fungsi dan kemampuan untuk mengelola SDM yang masih dimiliki oleh perusahan dengan proses yang serba otomatis, dan mampu memberikan satu sumber informasi bagi setiap karyawan, berupa sistem administrasi karyawan, rekrutmen, talent management, pelatihan dan juga pengembangan, compensation & benefit, waktu & kehadiran, manajemen biaya, manajemen kinerja, kesehatan & keselamatan, dan lainnya yang berhubungan langsung dengan proses bisnis.

Sebenarnya apa sih yang menjadi perbedaan mendasar antara HRM dan HCM? Dari berbagai literatur yang ada, maka berikut ini adalah rangkumannya;

Point-Poin Dalam Human Resource Management (HRM):

  1. Sudut Pandang. (Lebih memandang karyawan sebagai supporter atau pendukungnya saja).
  2. Fokus Utama. (Untuk memastikan sumber daya manusia akan menjadi supporter dalam pelaksanaan strategi bisnis, dengan segala apapun yang ada pada dirinya sendiri).
  3. Pengukuran. (hanya lebih berfokus kepada seberapa banyak yang telah diberikan oleh karyawan terhadap perusahaan.

Point-Point Dalam Human Capital Management (HCM):

  1. Sudut Pandang. (Lebih memandang karyawan sebagai salah satu ujung tombak atau kunci utama dari internal organisasi perusahaan.
  2. Fokus Utama. (Untuk melaksanakan strategi-strategi dalam upaya untuk lebih mengoptimalkan talenta agar bisa menghasilkan atau menciptakan value yang nantinya akan digunakan untuk mengaktualisasi dan lebih mempercepat dari tercapainya strategi bisnis yang lebih efektif dan efisien.
  3. Pengukuran. (Bertujuan untuk mendapatkan, menganalisis dan menyajikan informasi dalam rangka untuk mengembangkan organisasi perusahaan.

Bagaimana dengan Anda, sebagai seorang Human Capital Practitioners (HCP) atau Human Resource Practitioner (HRP)? Masih adakah pertanyaan lain? Jika tidak, maka semoga sedikit penjelasan dari artikel diatas bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila bapak ibu membutuhkan informasi lebih lanjut di atas serta membutuhkan pembentukan departemen HRD, peraturan perusahaan, SOP HRD dan software pay roll dan HRD, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s