TIPS DALAM MEMAHAMI DAN MEMBUAT JURNAL (PENJURNALAN) AKUNTANSI UNTUK SETIAP TRANSAKSI BAGI USAHA ANDA

Dalam menjalankan sebuah usaha. Sebenarnya, bagaimanakah cara yang paling benar untuk membuat jurnal akuntansi pada saat sedang terjadi transaksi pada perusahaan Anda? Dalam praktek sebenarnya, jurnal akan langsung dibuat untuk mencatat secara lebih terperinci tentang keseluruhan dari jumlah transaksi, nama-nama dari transaksi (baik yang sangat mempengaruhi atau malah dipengaruhi ) oleh transaksi tersebut, serta waktu transaksi tersebut dapat berjalan sesuai dengan penggunaan sebagai pendataannya.

Proses pencatatan jurnal seperti inilah yang biasa disebut dengan proses penjurnalan. Dalam pembuatannya, Anda juga harus memahami terlebih dahulu tentang dasar-dasar akuntansi, yaitu tentang siklus akuntansi. Siklus akuntansi sendiri merupakan suatu proses pengolahan data-data yang terdiri dari beberapa urutan-urutan transaksi, yaitu berupa bukti transaksi, sehingga akan dapat menghasilkan sebuah informasi laporan keuangan yang valid pada satu periode tertentu.

Lalu sekarang, bagaimana caranya untuk membuat penjurnalan akuntansi yang benar bagi usaha Anda?

  1. Terlebih dahulu harus menguasai konsep-konsep dasar dari Laporan Keuangan.

Dalam teori dasar pembuatan dari laporan keuangan, terdapat dua macam elemen pokok terpenting yang harus Anda ketahui, yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Neraca merupakan laporan yang menunjukkan tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan untuk saat ini atau pada satu periode tertentu. Dan terdapat tiga macam elemen utama yang akan menyusunnya, yaitu: element aktiva, elemen hutang, dan elemen modal. Jika disusun dalam bentuk persamaan akuntansi, maka bentuknya akan menjadi seperti ini: aktiva = hutang + modal. Dalam hal ini, aktiva akan lebih mengacu kepada investasi pada perusahaan, sedangkan hutang dan modal merupakan sumber-sumber yang paling banyak digunakan untuk investasi aktiva tersebut.

Sementara itu, laporan laba-rugi akan menunjukkan pendapatan dan berbagai biaya-biaya yang sudah dikeluarkan selama satu periode tertentu. Pada laporan yang satu ini, terdapat dua macam elemen pokok pembentuknya, yaitu: elemen pendapatan dan elemen pengeluaran (biaya).

  1. Mengusai dan memahami tentang dasar-dasar konsep dalam pencatatan Jurnal.

Jika Anda memang sudah memahami tentang konsep dasar dalam pencatatan jurnal, maka Anda akan menjadi lebih mudah dalam menguasai dan memahami tentang bagaimana prosedur-prosedur dalam hal pencatatan jurnal. Kedua konsep tersebut merupakan sebuah prosedur untuk menganalisis sebuah transaksi yang bisa dikategorikan berada pada sisi kredit atau pada posisi debet.

  • Neraca.

Jika nilai dari aktiva semakin bertambah, maka pencatatan jurnal akan berada pada sisi debit. Dan sebaliknya, jika nilai dari aktiva sudah berkurang, maka pencatatan akan berada pada sisi kredit. Pada elemen hutang, jika nilainya semakin bertambah, maka catatlah berada pada sisi kredit. Dan jika nilai sudah berkurang, maka catatlah padai sisi debit. Sedangkan pada elemen modal, jika nilai modal sudah semakin bertambah, maka tempatkan pada sisi kredit. Namun sebaliknya, jika nilai modal semakin berkurang, maka catatlah pada sisi debit.

  • Laporan Laba-Rugi.

Sedangkan untuk laporan laba-rugi yang memiliki elemen pokok dari pendapat dan biaya, maka penggambaran datanya adalah sebagai berikut: Jika nilai biaya semakin bertambah, maka catatan tersebut akan berada pada sisi debit, sedangkan jika nilai biaya semakin berkurang, maka catatlah pada sisi kredit. Pada elemen pendapatan, jika nilainya semakin berkurang, maka catatlah pada posisi debit dan jika nilainya semakin bertambah, maka catat pada sisi kredit.

Agar bisa semakin memudahkan Anda dalam membuat jurnal (proses menjurnal), maka terdapat tiga macam hal lagi yang harus dilakukan, yaitu:

Jika terdapat sebuah ilustrasi transaksi seperti berikut ini: “Bukti transaksi sudah berada di tangan Anda, yaitu berupa surat pinjaman dari bank. Perusahaan telah meminjam uang sebesar Rp. 500.000.000 dari bank. Lalu bagaimana cara untuk membuat jurnal dari transaksi tersebut?”

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi akun mana yang sudah terpengaruh oleh terjadinya transaksi tersebut?

Pinjaman dari bank bisa digolongkan sebagai hutang, maka akun yang sudah terlibat dalam transaksi itu adalah berasal dari akun ‘hutang’. Uang yang sudah diterima dari bank tersebut kemudian akan dimasukkan ke dalam kas, maka akun lainnya yang sudah terlibat juga termasuk dari akun ‘Kas.’ Sehingga dua akun yang sudah terpengaruh dalam transaksi tersebut adalah Hutang dan Kas.

  1. Identifikasi Prosedur Debit-Kredit pada Transaksi

Pada setiap akun yang sudah terlibat, apakah nilainya akan semakin bertambah atau malah semakin berkurang dari transaksi yang nanti akan Anda catat dalam jurnal tersebut? Akun ‘hutang’ sudah pasti akan semakin bertambah dan dari sisi lainnya, akun ‘kas’ juga akan ikut bertambah.

  1. Hitung nominal dari transaksi yang sudah terjadi tersebut.

Untuk setiap masing-masing akun adalah senilai Rp. 500.000.000, maka Anda harus menuliskannya pada jurnal seperti berikut ini:

[Debit]. Kas= Rp. 500.000.000,-

[Kredit]. Hutang = Rp. 500.000.000,-

Nah, cukup mudah bukan? Itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana caranya dalam membuat jurnal akuntasi yang mungkin bisa Anda coba terapkan pada jenis usaha yang saat ini sedang Anda jalankan. Agar bisa menjadi lebih praktis lagi dan juga lebih efisien, maka Anda bisa menggunakan software khusus akuntansi pada usaha Anda yang akan mampu mengcover seluruh penjurnalan transaksi dari usaha Anda dan sekaligus berbagai laporan termasuk juga laporan keuangan dari usaha Anda dapat terbentuk dengan lebih cepat dan valid. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila bapak ibu membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas. Atau membutuhkan bantuan terkait software accounting, SOP Finance dan accounting dan layanan terkait accounting lainnya silahkan hubungi groedu@gmail.com  atau kontak 081-8521172 atau 081-252982900. Tim kami siap membantu!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s