INGIN MENGETAHUI BEBERAPA METODE FORCASTING (PERAMALAN BISNIS/ PENJUALAN), SILAHKAN SIMAK ARTIKEL DI BAWAH INI!

Untuk melakukan business forecasting (peramalan bisnis) diperlukan adanya metode-metode tertentu dan metode manapun yang nantinya akan digunakan tergantung dari data dan informasi yang akan diramalkan serta tujuan yang ingin bisa dicapai. Dan dalam praktek sebenarnya terdapat beberapa macam metode peramalan, yaitu:

1. Time Series Method (Metode Deret Waktu).

Analisis time series merupakan hubungan antara variabel yang sedang dicari (dependent) dengan adanya variabel yang akan mempengaruhi-nya (independent variable), yang akan dihubungkan dengan waktu seperti mingguan, bulan, triwulan, catur wulan, semester atau tahunan.


Dalam analisis time series yang menjadi variabel pencarian adalah metode peramalan yang terdiri dari :

1. Metode Smooting, merupakan jenis peramalan jangka pendek seperti perencanaan persediaan, perencanaan keuangan. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengurangi terjadinya ketidakteraturan data dari masa lampau seperti musiman.
2. Metode Box Jenkins, adalah deret waktu dengan menggunakan model matematis dan digunakan untuk peramalan berjangka pendek.
3. Metode proyeksi trend dengan adanya regresi, merupakan metode yang sering digunakan, baik untuk jangka pendek maupun yang berjangka panjang. Metode ini berupa garis trend untuk persamaan secara matematis.

2. Causal Methods (Metode Sebab Akibat).

Merupakan metode peramalan yang telah didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang mempengaruhinya namun bukan termasuk waktu.

Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari:

1. Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang sering digunakan, baik itu untuk jangka panjang atau jangka pendek dan lebih didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang sedang dianalisis secara statis.
2. Model Input Output, merupakan metode yang sering digunakan untuk peramalan berjangka panjang yang biasanya sering digunakan untuk menyusun trend ekonomi berjangka panjang.
3. Model ekonometri, merupakan model peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.

Interpretasi adalah berupa gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tidak dapat menggunakan simbol-simbol yang sama, baik secara simultan (interpretasi simultan) atau berurutan (interpretasi berurutan). Suatu interpretasi sebagai bagian dari suatu presentasi atau penggambaran informasi yang sedang diubah untuk menyesuaikan dengan suatu kumpulan simbol spesifik. Informasi itu juga dapat berupa lisan, tulisan, gambar, matematika, atau sebagai bentuk bahasa lainnya.

Metode kualitatif yang sangat mendekati tingkat akurasi data aktual apabila dibandingkan dengan metode lainnya. Umumnya metode kualitatif yang lebih bersifat subjektif, dipengaruhi oleh adanya intuisi, emosi, pendidikan dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu hasil dari peramalan satu orang dengan orang lainnya masih bisa berbeda.

Meskipun demikian, peramalan bisnis kualitatif dapat menggunakan metode peramalan, yaitu:

1. Metode Juri dari Opini Eksekutif: metode ini akan mengambil pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.
2. Metode Gabungan Tenaga Penjualan: setiap tenaga penjual akan meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian akan digabungkan pada tingkat propinsi dan Nasional untuk mencapai ramalan secara lebih menyeluruh.
3. Metode Delphi: dalam metode ini serangkaian kuesioner akan disebarkan terhadap responden, dan jawabannya kemudian diringkas dan diberikan terhadap para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode lebih memakan banyak waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staff yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya juga untuk digunakan para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan dari metode ini hasilnya juga menjadi lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil dari peramalannya diharapkan juga harus mendekati aktualnya.
4. Metode Survai Pasar (market survey): Masukan diperoleh dari para konsumen potensial terhadap rencana pembelian pada periode yang sedang diamati. Survei juga dapat dilakukan dengan kuesioner, telepon, atau wawancara secara langsung.

Sales Forecasting Method (Metode Peramalan Penjualan)

Salah satu perusahaan BUMN yaitu PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang perminyakan dan gas bumi (National Oil Company) dipercaya untuk mengemban tugas dalam mencari sumber minyak dan gas bumi, mengolah dan menyediakan bahan bakar minyak bagi Indonesia. Namun meskipun demikian, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS, maka sekarang ini PT Pertamina (Persero) tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang akan memonopoli industri minyak dan gas bumi yang mana kegiatan usaha dari minyak dan gas bumi telah diserahkan terhadap mekanisme pasar.

Oleh karena itu PT Pertamina (Persero) harus mampu bersaing dalam rangka menghadapi tantangan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, maka dibutuhkan adanya manajemen yang baik dalam pelaksanaan seluruh kegiatan perusahaan, dan salah satunya adalah dalam bidang perencanaan dan pengawasan. Perusahaan harus menyusun perencanaan pada segala bidang, salah satunya adalah bidang penjualan, misalnya dengan jalan menyusun anggaran penjualan. Karena berperan sangat penting dalam membantu pihak manajemen untuk menetapkan kebijakan manajemen terhadap penjualan dan untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu peramalan penjualan (sales forecasting) sangat diperlukan dalam penyusunan anggaran penjualan.

Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan dalam peramalan penjualan, yaitu:

1, Metode Trend Bebas.
2. Metode Trend Setengah Rata-rata.
3. Metode Trend Moment.
4. Metode Trend Least Square.
5. Metode Trend Kuadratik.

Efektifitas peramalan penjualan sangat dipengaruhi oleh metode yang akan digunakan dan faktor-faktor lainnya yang berada dari luar perusahaan, misalnya keadaan ekonomi Negara yang lebih banyak dipengaruhi dari daya beli masyarakat sebagai konsumen. Pemilihan metode harus disesuaikan dengan bagaimana keadaan perusahaan, seperti: luas kerja dan banyaknya jenis produk yang dijual.

Efektifitas peramalan penjualan akan dapat diukur dengan sebuah Standar Kesalahan Peramalan (SKP), yang mana dari perhitungan tersebut akan dapat diketahui seberapa tinggi tingkat kesalahan dari metode yang telah digunakan. Semakin kecil tingkat kesalahan untuk peramalan maka itu artinya metode yang digunakan juga sudah sesuai dengan bagaimana kondisi perusahaan dan sudah dapat diterapkan dalam perusahaan tersebut.

Peramalan penjualan disusun dengan menggunakan metode Trend Bebas. Metode Trend Bebas untuk peramalan penjualan ini lebih bersifat sangat subjektif karena banyak dipengaruhi oleh pendapat orang yang membuat peramalan tersebut.

Demikianlah artikel tentang metode-metode yang seringkali digunakan dalam business forecasting method and sales (metode peramalan bisnis dan penjualan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan apabila membutuhkan SOP mengenai Logistik, software untuk menghitung stok gudang dan pelatihan ware house management silahkan hubungi 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s