APA BEDA JENIS USAHA JASA DAN PABRIKASI SERTA RUANG LINGKUP DARI MANAJEMEN OPERASIONAL DAN PRODUKSI?

Pada masa lalu pengertian produksi hanya lebih dihubungkan dengan unit usaha fabrikasi saja, yaitu: proses yang menghasilkan barang-barang yang lebih bersifat nyata seperti: mobil, perabot rumah tangga, bahan-bahan bangunan dan lain sebagainya, namun untuk pengertian produksi pada saat ini sudah menjadi semakin lebih luas lagi. Produksi sering diartikan sebagai sebuah aktivitas yang memang ditujukan untuk meningkatkan nilai masukan (input) agar bisa menjadi sebuah keluaran (output). Dengan demikian maka kegiatan usaha jasa yang selama ini banyak sekali dijumpai pada jenis perusahaan-perusahaan, seperti: jasa angkutan, jasa asuransi, bank, pos, telekomunikasi, dan lain sebagainya. Pada dasarnya juga memiliki prinsip yang sama seperti proses produksi, yaitu (meningkatkan nilai input agar bisa menghasilkan output). Namun dengan kategori proses dan system yang berbeda diantara keduanya.

Terdapat sekurang-kurangnya empat macam perbedaan pokok antara jenis usaha pabrikasi dan jenis usaha jasa, yaitu:

• Dalam unit usaha pabrikasi keluarannya merupakan barang real (nyata) sehingga produktivitasnya akan menjadi lebih mudah untuk diukur jika dibandingkan dengan jenis usaha jasa yang keluarannya hanya berupa pelayanan (layanan jasa).
• Kualitas dari produk yang telah dihasilkan dari jenis usaha pabrikasi jauh lebih mudah untuk ditentukan standarisasinya.
• Kontak secara langsung dengan para konsumen tidak akan selalu terjadi pada jenis usaha pabrikasi, sedangkan pada jenis usaha jasa akan selalu terjadi kontak secara langsung dengan para konsumen yang merupakan sebagai suatu yang tidak dapat diabaikan oleh para penyedia jasa.
• Tidak akan pernah dijumpai adanya persediaan akhir dalam jenis usaha jasa, sedang dalam jenis usaha pabrikasi, adanya persediaan menjadi sesuatu yang tidak mungkin akan terhindarkan (selalu ada/wajib ada).

Secara garis besar transformasi dari produksi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Transformasi dari pabrikasi, yaitu suatu transformasi yang lebih bersifat diskrit dan untuk menghasilkan produk nyata. Suatu transformasi bisa dikatakan lebih bersifat diskrit apabila antara satu operasional dengan operasional lainnya masih dapat dibedakan dengan sangat jelas, seperti yang sering dijumpai pada jenis usaha pabrik mobil.
2. Transformasi proses, yaitu suatu transformasi yang lebih bersifat continue yang mana diantara operasional yang satu dengan operasional yang lainnya masih kurang dapat dibedakan secara nyata, seperti yang banyak dijumpai pada jenis usaha pabrik pupuk dan semen.
3. Transformasi jasa, yaitu suatu transformasi yang sama sekali tidak mengubah apapun secara bentuk fisik masukan yang menjadi keluaran, dalam hal ini secara fisik keluaran akan sama halnya dengan masukan, namun transformasi dari jenis ini akan semakin meningkatkan nilai masukannya, misalnya saja yang banyak terjadi pada jenis perusahaan jasa angkutan. Sistem transformasi dari jasa yang lebih sering disebut sebagai system operasional.

Menurut Zulian Yamit (2003) Karakteristik dari sistem manajemen operasional dan produksi adalah sebagai berikut:

1. Memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk menghasilkan barang dan jasa.
2. Memiliki kegiatan, yaitu berupa proses untuk transformasi.
3. Adanya mekanisme yang akan mengontrol dan mengendalikan pengoperasiannya.

Terdapat tiga macam aspek yang biasanya saling berhubungan langsung dalam ruang lingkup dari manajemen operasional dan produksi, yaitu:

1. Aspek structural, yaitu berupa aspek yang lebih memperlihatkan tentang konfigurasi dari komponen-komponen yang berfungsi untuk membangun sistem manajemen operasional dan adanya interaksi antara satu dengan yang lainnya.
2. Aspek fungsional, yaitu berupa aspek yang berhubungan dengan manajemen dan organisasi dari setiap komponen struktural maupun interaksinya yang dimulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian maupun perbaikan agar bisa diperoleh kinerja yang lebih maksimal.
3. Aspek lingkungan, yaitu untuk memberikan dimensi lain pada sistem manajemen operasional yang berupa semakin pentingnya untuk memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang akan terjadi dari luar sistem.

Ruang lingkup dari manajemen operasional dan produksi yang berhubungan langsung dengan pengoperasian dari sistem operasional, pemilihan serta penyiapan dari sistem operasional produksi yang meliputi keputusan tentang:

1. Perencanaan output.
2. Desain dari proses transformasi.
3. Perencanaan kapasitas.
4. Perencanaan untuk pembangunan pabrik.
5. Perencanaan untuk tata letak fasilitas.
6. Desain aliran kerja.
7. Manajemen persediaan (Manajemen stock).
8. Manajemen proyek.
9. Scheduling pelaksanaan.
10. Pengendalian kualitas (Quality Control).
11. Keandalan dari kualitas dan pemeliharaannya.

Sedangkan menurut Krajewsky dan Ritsman (1987) dalam Zulian Yamit, yang memberikan tiga macam aspek dalam hal manajemen operasional dan produksi, yaitu:

1. Manajemen operasional yang dilihat dari segi fungsi.
2. Manajemen operasional yang dilihat dari segi profesi.
3. Manajemen operasional yang dilihat dari segi pengambilan keputusan.

Nah, itulah beberapa hal yang harus Anda pahami seputar perbedaan jenis usaha jasa dan pabrikasi serta ruang lingkup dari manajemen operasional dan produksi. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian terimakasih dan salam sukses.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s