PRINSIP-PRINSIP UTAMA DALAM PROSEDUR MANAJEMEN KEUANGAN YANG HARUS ANDA KUASAI SEBAGAI PEMILIK USAHA

Manajemen keuangan adalah bentuk upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengatur arus keluar masuknya keuangan dan tentang bagaimana pemanfaatannya agar dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien agar tujuan dari perusahaan dapat tercapai dengan baik. Dalam sebuah manajemen pasti terdapat dasar dari prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Begitupula dengan manajemen keuangan sendiri.

Berikut ini adalah dasar dari prinsip-prinsip utama dalam prosedur manajemen keuangan yang harus Anda ketahui sebagai seorang pengelola sekaligus sebagai pembilik usaha:

1. The Risk-Return Trade Off (Perdagangan Kembali Resiko).

Anda pastinya pernah berpikiran bahwa Anda tak ingin mengambil resiko tambahan, namun apabila Anda sudah mendapat hasil tambahan mungkin Anda pasti berpikir dua kali untuk itu. Pada dasarnya setiap investor akan selalu menuntut return yang seminimal mungkin agar ia mau untuk menunda konsumsinya, dan sekarang agar dapat menggunakan uangnya untuk sebuah investasi. Karena return yang seminimal mungkin ini dapat menjadi lebih besar dari nilai inflasi yang sebelumnya telah diantisipasi.

Hubungan dari risk dan return ini adalah.

• High risk and high expected return (Resiko tinggi dan imbal hasil yang tinggi).
• Low risk and low expected return (Resiko rendah dan imbal hasil yang rendah).

Nah hubungan dari risk-return dalam hal ini merupakan sebuah konsep kunci dalam perhitungan saham, bond, serta hal lainnya.

2. Time Value of Money (Nilai Waktu dari Uang).

Nilai dari uang 1 juta yang sudah kita terima sekarang akan menjadi lebih tinggi dari pada nilai 1 juta yang akan datang. Mengapa harus demikian? Karena 1 juta saat ini dapat langsung kita investasikan sehingga akan mendapat interst (bunga) sehingga nilainya akan menjadi lebih dari 1 juta untuk yang akan datang. Apabila kita menerima benefit yang lebih besar dari cost maka bisa dikatakan sebagai proyek investasinya tersebut akan menciptakan nilai tambah.

3. Cash-Not Profit-Is King (Kas Bukan Keuntungan Adalah Raja).

Dalam mengukur value, kita harus menggunakan cash flows bukannya accounting profit. Accounting profit biasanya akan dicatat pada saat profit itu sudah dihasilkan, bukan pada saat uang tunai berada ditangan. Sedangkan untuk cash inflows serta cash outflows (kas masuk dan keluar) merupakan catatan tentang keluar masuknya uang dari sebuah perusahaan.

4. Incremental Cash Flows (Arus Kas Tambahan).

Merupakan selisih antara arus kas yang ada pada saat proyek investasi sedang dijalankan versus dengan arus kas pada saat proyek investasi tersebut belum dijalankan.

5. The Curse of Competitive Market (Kutukan Pasar Bersaing).

Mengapa proyek investasi sangat sulit menghasilkan keuntungan besar? Jawabannya adalah karena pada saat sebuah investasi akan mendapatkan keuntungan yang besar maka akan membuat investor lain untuk ikut dalam bidang tersebut sehingga akan semakin menurunkan profit kepada arah required rate of return (Tingkat pengembalian yang dibutuhkan).

6.Efficient Capital Market (Pasar Modal yang Efisien).

Capital market merupakan semua institusi yang akan memberikan fasilitas lengkap terhadap transaksi keuangan dalam jangka panjang. Adapun implikasi dari pasar modal yang efisien, adalah:

• Price is right. Harga saham yang ada mencerminkan informasi publik tentang value perusahaan yang bersangkutan.
• Manipulasi earning, dengan jalan kita mengubah metode akutansi namun tetap tidak akan mengubah harga saham perusahaan.

7. The Agency Problem (Permasalahan Agensi).

Agency problem ini biasanya akan muncul akibat dari adanya pemisahan antara manajemen perusahaan dengan kepemilikan perusahaan. Karena biasanya manajemen perusahaan akan dipegang oleh seorang profesional. Sehingga keputusan yang akan diambil oleh manajer tidak akan sama dengan keinginan dari pemilik perusahaan. Hal ini karena manajer akan memberikan keputusan sesuai dengan kepentingan mereka sendiri.

Berikut ini adalah dua faktor utama yang dapat mencegah adanya agency problem.

• Market forces, sebagai salah satu kekutan pasar major shareholders. Investor pada perusahaan besar dapat semakin menekan manajer agar dapat lebih memperhatikan kepentingan dari shareholders, mengancam agar dapat menggunakan hak voting yang mereka punya untuk menekan manajer.
• Threat of takeover, sebagai ancaman untuk pengambil alihan perusahaan oleh perusahaan lainnya.

8. Pajak untuk menentukan keputusan bisnis.

Sebagai warga negara yang baik tentunya kita akan dituntut untuk membayar pajak dengan taat. Nah, dalam hal ini, karena jumlah pajak yang terlalu banyak menjadikan perusahaan untuk berpikir 2x untuk bisa tertip membayar pajak. Karena hal itulah terkadang mereka membutuhkan seorang akuntan pajak agar bisa membayar pajak seminimal mungkin tanpa harus menyalahi peraturan perpajakan. Hal seperti ini sangat penting, karena besar kecilnya pajak yang harus dibayarkan juga akan sangat mempengaruhi strategi perusahaan, terutama dalam hal strategi penetapan harga produk yang akan dijual ke pasar.

9. All Risk Is Not Equal (Segala Risiko Tidak Sama).

Resiko itu memang tidak semua sama besarnya, ada juga beberapa resiko yang masih dapat di diversifikasi, namun ada juga yang tidak bisa. Adapun yang perlu kita ketahui tentang resiko, adalah:

• Proses diversifikasi ini dapat menguras besarnya resiko yang ada.
• Resiko proyek investasi dapat berubah-ubah, hal ini memang berhubungan dengan perhitungan resiko investasi yang berdiri sendiri maupun untuk menghitung resiko investasi bersama dengan adanya proyek lain yang mana telah diambil alih oleh perusahaan.

10.Perilaku beretika.

Melakukan hal yang benar dan dilema etika dalam manajemen keuangan bisa saja ada di mana-mana, dikatakan sebagai perilaku beretika adalah karena pada saat kita sedang melakukan sesuatu hal yang benar. Namun apa yang menjadi patokan dalam “melakukan hal yang benar” itu? Merupakan sebuah konsep benar atau salah sebagai hal yang normatif, dalam sebuah masyarakat pastinya memiliki ‘set of value’ (nilai-nilai) yang mana mereka percayai sebagai ‘melakukan suatu hal yang benar’.

Ethical error (kesalahan beretika) akan semakin mematikan karir seseorang serta peluang pada waktu yang akan datang. Mengapa demikian? Jawabannya terdapat dua macam versi, yaitu:

• Perilaku yang tidak beretika akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan dari pihak lainnya. Tanpa adanya kepercayaan seperti ini maka akan mengakibatkan bisnis tidak akan bisa berjalan dengan lancar.
• Hal terburuknya adalah sekmakin hilangnya kepercayaan dari publik pada bisnis tersebut.

Nah yang terpenting dari kedua versi jawaban tersebut adalah tanggungjawab sosial. Tanggungjawab sosial dari perusahaan adalah perusahaan memiliki tanggungjawab terhadap masyarakat untuk lebih memaksimalkan shareholders’ wealth yaitu berupa: Kekayaan dari para pemegang saham.

Demikianlah penjelasannya tentang prinsip utama dalam manajemen keuangan, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Apabila pembaca membutuhkan Penyusunan SOP keuangan terintegrasi dengan software accounting. Silahkan kontak kami di 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu. (Frans M. Royan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s