5 STRATEGI PENETAPAN HARGA YANG WAJIB DIKETAHUI PARA PEBISNIS

Salah satu keputusan penting yang harus diambil oleh setiap bisnis adalah menentukan harga jual produk atau jasa yang ditawarkan. Harga jual tidak hanya menentukan pendapatan dan keuntungan bisnis, tetapi juga mencerminkan nilai, kualitas, dan posisi produk atau jasa di pasar. Oleh karena itu, bisnis perlu memiliki strategi penetapan harga yang tepat dan efektif.

Strategi penetapan harga adalah cara yang digunakan oleh bisnis untuk menentukan berapa banyak uang yang harus dibayarkan oleh pelanggan untuk mendapatkan produk atau jasa. Ada berbagai jenis strategi penetapan harga yang dapat disesuaikan dengan tujuan, biaya, dan pasar bisnis. Berikut adalah beberapa contoh strategi penetapan harga yang umum digunakan oleh bisnis:

1. Mark Up

Mark up adalah strategi penetapan harga yang paling sederhana dan paling banyak digunakan oleh bisnis kecil. Dengan strategi ini, Anda menambahkan persentase tertentu dari harga pokok produk sebagai keuntungan Anda. Misalnya, jika Anda membeli produk seharga Rp 100.000 dan menetapkan mark up 50%, maka harga jual produk Anda adalah Rp 150.000.

Baca juga : 8 cara menentukan harga jual produk

Keuntungan dari strategi ini adalah mudah dihitung dan diimplementasikan. Namun, kekurangannya adalah Anda tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti permintaan pasar, pesaing, dan nilai produk Anda.

2. Harga Plus

Harga plus adalah strategi penetapan harga yang berpedoman pada biaya keseluruhan produksi produk. Biaya produksi meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, overhead, dan lain-lain. Kemudian, Anda menambahkan jumlah tertentu atau persentase tertentu dari biaya produksi sebagai keuntungan Anda. Misalnya, jika biaya produksi produk Anda adalah Rp 200.000 dan Anda menambahkan 25% sebagai keuntungan, maka harga jual produk Anda adalah Rp 250.000.

Keuntungan dari strategi ini adalah Anda dapat menutupi semua biaya yang dikeluarkan dan mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Namun, kekurangannya adalah Anda tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti permintaan pasar, pesaing, dan nilai produk Anda.

3. Harga BEP

Harga BEP (break even point) adalah strategi penetapan harga yang bertujuan untuk mencapai titik impas antara total pendapatan dan total biaya. Dengan strategi ini, Anda menghitung jumlah unit yang harus dijual agar tidak rugi dan tidak untung. Kemudian, Anda menetapkan harga jual produk sesuai dengan hasil perhitungan tersebut. Misalnya, jika biaya tetap produk Anda adalah Rp 10 juta per bulan, biaya variabel per unit adalah Rp 50.000, dan jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai BEP adalah 400 unit, maka harga jual produk Anda adalah Rp 75.000.

Keuntungan dari strategi ini adalah Anda dapat menghindari kerugian dan mengetahui target penjualan minimum yang harus dicapai. Namun, kekurangannya adalah Anda tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti permintaan pasar, pesaing, dan nilai produk Anda.

Baca juga : strategi harga untuk kesuksesan bisnis ritel: menemukan keseimbangan antara kualitas dan harga

4. Harga Berdasarkan Pesaing

Harga berdasarkan pesaing adalah strategi penetapan harga yang mengacu pada harga yang ditetapkan oleh pesaing untuk produk atau jasa yang serupa atau sejenis. Dengan strategi ini, Anda melakukan riset pasar untuk mengetahui harga rata-rata atau rentang harga yang ditawarkan oleh pesaing. Kemudian, Anda menyesuaikan harga jual produk Anda sesuai dengan posisi dan diferensiasi produk Anda di pasar. Misalnya, jika harga rata-rata pesaing untuk produk sejenis adalah Rp 100.000 dan produk Anda memiliki kualitas atau fitur yang lebih baik, maka Anda dapat menetapkan harga lebih tinggi dari rata-rata pesaing.

Keuntungan dari strategi ini adalah Anda dapat bersaing secara efektif di pasar dan menarik pelanggan yang sensitif terhadap harga. Namun, kekurangannya adalah Anda tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti biaya produksi, permintaan pasar, dan nilai produk Anda.

5. Harga Berdasarkan Permintaan Pasar

Harga berdasarkan permintaan pasar adalah strategi penetapan harga yang mengacu pada tingkat permintaan pelanggan terhadap produk atau jasa Anda di pasar. Dengan strategi ini, Anda melakukan riset pasar untuk mengetahui seberapa besar minat dan kesediaan pelanggan untuk membeli produk atau jasa Anda pada berbagai tingkat harga. Kemudian, Anda menetapkan harga jual produk Anda sesuai dengan tingkat permintaan yang optimal. Misalnya, jika permintaan produk Anda meningkat pada harga Rp 150.000 dan menurun pada harga Rp 200.000, maka Anda dapat menetapkan harga jual produk Anda sekitar Rp 150.000.

Baca juga : distribution & pricing strategy for b to b company

Keuntungan dari strategi ini adalah Anda dapat memaksimalkan pendapatan dan keuntungan Anda dengan menyesuaikan harga jual produk Anda dengan permintaan pasar. Namun, kekurangannya adalah Anda harus melakukan riset pasar secara berkala dan mengikuti fluktuasi permintaan pasar.

Strategi Penetapan HargaKeuntunganKekurangan
Mark UpMudah dihitung dan diimplementasikanTidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti permintaan pasar, pesaing, dan nilai produk
Harga PlusDapat menutupi semua biaya produksi dan mendapatkan keuntungan yang diinginkanTidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti permintaan pasar, pesaing, dan nilai produk
Harga BEPDapat menghindari kerugian dan mengetahui target penjualan minimumTidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti permintaan pasar, pesaing, dan nilai produk
Harga Berdasarkan PesaingDapat bersaing secara efektif di pasar dan menarik pelanggan yang sensitif terhadap hargaTidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti biaya produksi, permintaan pasar, dan nilai produk
Harga Berdasarkan Permintaan PasarDapat memaksimalkan pendapatan dan keuntungan dengan menyesuaikan harga jual dengan permintaan pasarHarus melakukan riset pasar secara berkala dan mengikuti fluktuasi permintaan pasar

Demikianlah beberapa strategi penetapan harga yang wajib diketahui oleh bisnis. Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga bisnis perlu memilih strategi yang paling sesuai dengan kondisi dan tujuan bisnisnya. Selain itu, bisnis juga perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian secara berkala terhadap strategi penetapan harga yang digunakan agar tetap relevan dengan perkembangan pasar.

Informasi lebih lengkap : klik di SINI

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari informasi tentang strategi penetapan harga. Atau membutuhkan mentor untuk usaha distributor, pembuat produk maupun penyalur seperti toko ritel dan lainnya. Terutama dalam menghitung HPP produk.  Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau pengalaman terkait dengan topik ini, silakan hubungi kami di WA 0812-5298-2900. Kami siap bantu.

Semoga bermanfaat bagi pembaca, apabila ingin mendapat informasi lebih lanjut atau informasi mengenai pelatihan seperti :

  • Profesional gromming & Negosiasi
  • Handling objection & technique closing
  • Body language in selling skill
  • Sales territory mnanagement
  • Mengelola piutang penjualan
  • Sales supervisory management
  • Leadership & Managerial skill
  • Distributorship management
  • Trik menembus Target

Silahkan hubungi kami di 081252982900. Atau KLIK DI SINI untuk dapatkan VIDEONYA.


Eksplorasi konten lain dari Jasa - Konsultan Manajemen Bisnis, Pemasaran dan Pemasaran digital Surabaya | Call - 0818521172 , 081252982900 (Wa)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar