PSIKOLOGI DALAM MARKETING

Tidak semua salesman memahami ilmu psikologi. Namun bagi seorang salesman, pemahaman ilmu psikologi calon pembeli perlu dimiliki. Sebab perlu diketahui bahwa sesungguhnya sales psychology merupakan alat yang powerfull dalam mendukung profesi marketing.
Sales psycology memungkinkan seseorang membuat komunikasi menjadi lebih lancar. Dengan memahami kejiwaan calon pelanggan didepannya, seorang sales akan mampu memahami bagaimana jalan pikiran seseorang. Sehingga pendekatan yang digunakan akan lebih tepat ketika diterapkan.
Seorang sales perlu memahami kebutuhan pelanggannya, sehingga dibutuhkan pemahaman tentang ilmu psikologi. Seorang ahli psikologi membagi karakter seseorang menjadi empat jenis. Setiap jenis memiliki keunikan sendiri-sendiri.
Karakter D (Demanding, Directing dan Domineering) merupakan karakter yang dimiliki orang yang cenderung dominan, ambisius, keras hati dan tidak sabaran. Mereka keras kepala dan pandai berargumentasi. Cara menangani seseorang yang memiliiki karakter ini yakni, anda perlu secara tegas dan langsung menunjukan tujuan anda. Utarakan maksud pembicaraan anda singkat, adat dan jelas. Kaitannya dengan penjualan, anda mesti menanyakan order secara agresif.
Karakter I (interacting, inspiring, dan influencing) merupakan karakter yang dimilki oleh orang yang cenderung ekspresif. Cara terbaik untuk anda yakni anda harus mampu mendekati mereka, dengarkan mereka serta jalin hubungan baik dengan mereka.
Karakter S (supporting, stabilizing, dan steadying) merupakan karakter yang dimiliki orang yang cenderung loyal, kalem, sabar, dan bisa diajak kerja sama. Cara menghadapi orang seperti ini yakni anda harus bersikap tulus kepada mereka, dan usahakan anda menciptakan suasana yang nyaman bagi mereka.
Karakter C (conscientious, cautious, dan correcting), merupakan karakter yang dimiliki orang yang cenderung diplomatis, skeptis, dan berhati-hati. Cara menghadapi orang seperti ini yakni anda harus mampu mengajukan mereka banyak pertanyaan, kemudian mereka akan memberikan jawaban secara detail sehingga anda akan memperoleh informasi banyak. Diharapkan dengan memahami psikologi, anda mampu mencapai target penjualan.

Selain diharapkan perlu memahami 4 kepribadian manusia, seorang sales penjualan perlu memiliki pemahaman tentang trik psikologi yang dapat berguna untuk mempercepat closing penawaran penjualan anda.
Pertama. Bantu calon konsumen agar mereka terhindar dari “Action Paralysis”. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan agar calon pelanggan anda sadar terhadap penawaran yang anda lakukan. Misal “Daftarkan diri Anda untuk uji coba gratis selama 30 hari” atau cara yang lebih halus yakni “Tidak ada pembayaran untuk bulan pertama”. Kedua kalimat penawaran tersebut bersifat jelas dan tidak ambigu.
Kedua. Berikan laber bertingkat pada produk anda. Buat konsumen anda merasa diperlakukan istimewa. Hal ini akan membuat retensi yang hebat, dan anda akan memiliki peluang untuk mengubah konsumen menjadi duta bagi produk anda. Cukup mudah untuk memanfaatkannya sebagai alat akuisisi.
Berikut dibawah ini cara menerapkan hirarki label untuk konsumen anda :
– Beri label tambahan di dalam produk yang memberi mereka tingkat lebih tinggi dibanding yang lainnya.
– Beri mereka sesuatu yang nyata yang dapat mereka gunakan.
– Berikan lencana digital yang mampu mereka pamerkan di website mereka untuk mengatakan bahwa mereka bagian dari anggota tersertifikasi yang meraih status emas, perak dsb.
Ketiga, pahami karakter pembeli. Para pakar neuroeconomics telah membagi jenis pembelian kedalam tiga kelompok. Kelompok tersebut “tightwards”, “spendthrifts”, dan “average spenders”.
Tightwads. Tipe pembeli seperti ini lebih cenderung untuk berbuat agar pembeliannya lebih hemat daripada membelanjakannya secara besar-besaran. Mereka memilki senses dalam perencanaan.
Spendthrifts. Tipe pembeli seperti ini lebih cenderung untuk lebih menghambur-hamburkan uangnya. Mereka cenderung tidak menyesal ketika telah menghamburkan uangnya terlalu banyak. Pembelian yang mereka lakukan cenderung didorong oleh emosional.
Average spenders. Tipe pembeli seperti ini merupakan tipe diantara kedua tipe yang telah dijelaskan di atas. Tidak terlalu boros dan tidak terlalu pelit.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai psikologi dalam marketing. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen dan marketing, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) Marketing dan butuh Accounting Software untuk data penjualan, pembelian, inventory, Kas dan Bank, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s