YUK KITA INTIP AKUNTANSI PERUSAHAAN UNTUK MANUFACTURING!

Perusahaan bidang manufaktur adalah suatu badan usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan bahan mentah menjadi hasil produksi. Perusahaan manufaktur banyak menggunakan alat serta teknologi untuk mengelola bahan mentah tersebut. Sama halnya seperti perusahaan lain, akuntansi perusahaan manufaktur juga dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar biaya produksi, pengeluaran uang, keuntungan dan kerugian perusahaan, gaji karyawan, biaya perbaikan mesin, pemeliharaan gedung dan laun sebagainya.

Perusahaan manufaktur lebih sering disebut dengan pabrik. Perusahaan ini adalah salah satu yang paling banyak terdapat di Indonesia, dari perusahaan pembuat kain, mobil, baju, makanan, benang, lampu, dan keperluan lainnya. karenanya, banyak juga orang yang bekerja sebagai buruh dalam bidang manufaktur.

Apa Itu Perusahaan Manufaktur?

 Sebelum membahas yang lebih jauh tentang akuntansi perusahaan manufaktur, alangkah baiknya jika Anda mengetahui bagaimana karakteristik dari perusahaan manufaktur tersebut. Proses produksi yang dilakukan adalah pembelian bahan baku, mempekerjakan buruh secara langsung dengan memakai biaya pabrikasi, ketiga aspek itu kemudian saling bekerja sama dalam melakukan proses produksi. Setelah proses produksi selesai, barulah tercipta sebuah produk yang bernilai jual untuk kemudian segera akan dipasarkan.

Bidang akuntansi perusahaan manufaktur disebut dengan akuntansi biaya. Tujuan adanya akuntansi ini adalah untuk mengetahui atau menetapkan beban pokok suatu barang jadi.

Karakteristik yang membedakan perusahaan manufaktur dengan perusahaan dagang dan lainnya adalah terletak di biaya pabrikasi, produksi, dan beban pokok produksi.
Jika komponen penambah beban pokok penjualan perusahaan dagang dihasilkan dari adanya pembelian barang dagangan kemudian ditambahkan kepada persediaan barang yang masih dimiliki atau belum dipasarkan, di perusahaan manufaktur, komponen penambah persediaan awal dihasilkan dari beban pokok produksi yang dibebankan hanya saat bahan mentah sedang diproses.

Persamaan dari kedua jenis perusahaan yaitu perusahaan dagang dan manufaktur adalah terletak pada hasil beban pokok penjualan. Beban pokok penjualan itu dihasilkan dari ketersediaan barang yang akan dijual dikurangi dengan persediaan akhir.

Biaya Produksi Perusahaan Manufaktur

Biaya dalam perusahaan manufaktur digunakan untuk menyelesaikan barang yang belum jadi. Biaya pabrik ini dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :

  1. Biaya Bahan Baku

Biaya ini digunakan untuk semua bahan yang mudah diidentifikasi dengan barang jadi. Contohnya saja kayu yang digunakan untuk bahan baku perusahaan mebel.
Dalam menghitung biaya bahan baku ada beberapa metode yang digunakan.

  1. Metode Identifikasi Khusus

Inilah metode paling tepat untuk melakukan perhitungan akuntansi perusahaan manufaktur untuk biaya bahan baku. Sayangnya, untuk memeroleh hasil, waktu yang dibutuhkan lebih lama karena harus ada identifikasi atau pengecekan terlebih dahulu.

  1. Metode Rata-Rata

Metode satu ini lebih sering disebut dengan metode rata-rata sederhana. Perhitungannya adalah sebagai berikut :

harga pembelian per unit = Rp …

Untuk frekuensi pembeliannya dihitung dengan persediaan akhir = kuantitas persediaan akhir = Rp …

Dengan itu bahan baku siap digunakan = Rp…
Persediaan akhir = Rp …

Harga pokok bahan baku = Rp …

  1. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (Metode First In First Out)

Maksudnya adalah bahan baku pertama yang masuk harus lebih dulu dipakai.

  1. Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (Metode Last In First Out)

Maksudnya adalah bahan baku terakhir yang dibeli berarti yang lebih dahulu dipakai.

  1. Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)

Tenaga kerja yang dimaksud adalah tenaga kerja yang berperan langsung dalam proses produksi. Misalnya saja tukang kayu, yang membuat barang-barang di perusahaan mebel.

Dalam perusahaan manufaktur, upah tenaga kerja dihitung dari banyaknya hari karyawan hadir, kemudian jika ada dikurangi dengan berapa lama karyawan terlambat masuk kerja, dan berapa hutang koperasi yang dimiliki.

Catatan : Walaupun karyawan tidak hadir karena sakit disertai dengan surat dokter, biasanya perusahaan manufaktur juga akan memotong gaji karyawannya. Namun, ada juga yang tidak.

  1. Biaya Overhead Pabrik (BOP)

 Biaya yang digunakan untuk keperluan lain selain bahan baku dan tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik contohnya adalah “bahan pembantu”, contohnya adalah baut, mur, kemudian biaya untuk tenaga kerja tidak langsung (misalnya gaji mandor), perbaikan peralatan, tagihan air serta telepon dan lain-lain.

Overhead Pabrik atau BOP juga memiliki perhitungan sendiri untuk memilih dasar dalam membebankan BOP kepada produk. Ada enam metode yang bisa dipilih antara lain:

Menghitung tarif BOP dengan rumus jumlah BOP yang dianggarkan x tingkat kegiatan yang direncanakan.

  • Menghitung satuan produk dengan rumus tarif BOP per satuan = taksiran BOP ÷ taksiran jumlah satuan produk.
  • Menghitung biaya bahan mentah dengan rumus tarif BOP per satuan = taksiran BOP ÷ taksiran biaya bahan mentah yang akan dipakai.
  • Menghitung biaya tenaga kerja langsung dengan rumus tarif BOP per satuan = taksiran BOP ÷ taksiran biaya tenaga kerja langsung.
  • Menghitung jam tenaga kerja langsung dengan rumus tarif BOP per satuan = taksiran BOP ÷ taksiran jam tenaga kerja.
  • Menghitung jam mesin dengan rumus tarif BOP per satuan = taksiran BOP ÷ taksiran jam kerja mesin.

Siklus akuntansi perusahaan manufaktur terdiri atas dua tahap, tahap pencatatan dan pengikhtisaran.

Tahap pencatataan ada tiga macam yaitu : pembuatan dan penerimaan barang bukti transaksi, pencatatan jurnal, dan pemindahan bukuan ke buku besar. Sementara itu, tahap pengikhtisaran ada enam tahapan, yaitu : pembuatan neraca saldo, jurnal penutup, jurnal balik, neraca saldo penutup, neraca lajur dan jurnal penyelesaian, dan penyusunan laporan penyelesaian.

Menghitung Beban Pokok Produksi

 Dalam membuat laporan beban pokok produksi, digunakan jurnal serta buku besar. Laporan-laporan yang dituliskan meliputi pembelian bahan baku, pemakaian tenaga kerja langsung, pemakaian biaya overhead produk.

Semua laporan itu dituliskan dengan urutan bagan yang sama dengan mencantumkan tanggal pembelian, beserta nomer bukti jika ada, keterangan bahan baku yang dibeli dan hutang dagang serta jumlahnya. Jika pembelian dibayarkan secara debit buat lah kolom debit dan jika melakukan kredit buat lah kolom kredit. Biasanya yang dibayar kredit adalah hutang dagang yang dimiliki perusahaan.

Jumlah beban produksi adalah hasil dari selisih total debit dan kredit yang dicantumkan dalam laporan. Laporan beban pokok memiliki hubungan dengan perhitungan laba rugi. Penyusunan dan perhitungan laba rugi perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang tidak ada bedanya, hanya beban pokok penjualannya saja.

Untuk perhitungan pokok ini masing-masing antara perusahaan dagang dan manufaktur terdapat perbedaan yaitu : Bagi perusahaan dagang pokok penjualan adalah persediaan asal barang dagangan dan pembelian ditambah dengan persediaan akhir barang serta besar pokok penjualan. Bagi perusahaan manufaktur pokok penjualan adalah persediaan barang jadi awal dan beban pokok produksi ditambah dengan beban pokok produksi  dan persediaan barang jadi akhir serta bahan pokok penjualan.

Dalam Akuntansi Perusahaan Manufaktur terdapat tiga macam sistem, yaitu :

  1. Sistem Periodik.
  2. Job Order Cost (Biaya Pemesanan).
  3. Sistem Process Cost (Biaya Proses).

Di dalam sistem periodik harga persediaan ditentukan oleh daftar seluruh barang persediaan yang masih dijelaskan secara rinci, barang tersebut harus yang masih ada sampai penutupan periode akuntansi perusahaan yang telah ditentukan.

Sementara itu komponen beban pokok produksi adalah bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi tak langsung/overhead. Dalam prosedur akuntansi biaya terdapat empat aliran yang dilakukan dalam proses produksi, antara lain :

  • Biaya pembelian bahan baku dicatatkan kemudian diproses serta disimpan dalam gudang sebagai persediaan bahan baku.
  • Pengolahan bahan baku ditambahkan dengan upah langsung dan overhead pabrik, sampai bahan baku belum menghasilkan barang jadi (masih dalam proses).
  • Mengubah bahan baku menjadi barang jadi, kemudian disimpan di gedung untuk dipasarkan.
  • Terakhir adalah memindahkan beban pokok penjualan dari barang yang sudah selesai diproduksi atau yang akan dipasarkan.

Itu lah pembahasan tentang seputar perusahaan manufaktur yang menjadi salah satu perusahaan terbanyak di Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan para pembaca sekalian dan salam sukses.

Kesulitan bidang akutansi di manufactur? Jangan biarkan berlarut-larut, ada software yang cukup handal untuk mengambil alih pekerjaan manual akuntan manufatur agar bekerja lebih efektif, dan mendapat laporan yang lebih akurat. Informasi lebih lanjut, klik software solusi bisnis : http://www.softwareaccountingsurabaya.com

Sumber Artikel : http://www.anneahira.com/

 

Iklan

Training, consulting , aplikasi software bisnis & set up Manajemen Usaha, Call 0818521172/ 031- 21100152