Arsip Kategori: Accounting

TIPS UNTUK MENCATAT TRANSAKSI PENGELUARAN (BIAYA) SEBELUM PERUSAHAAN 100% BEROPERASI SECARA PENUH

Rencana dalam membangun sebuah usaha setidaknya perlu untuk dipersiapkan dengan sangat matang, karena dalam memulai sebuah usaha, bukan hanya tentang permasalahan laba atau rugi, atau hanya sekedar mengatur keuangan saja. Namun justru yang paling utama adalah tentang berapa biaya yang akan dikeluarkan dalam usaha untuk pendirian perusahaan sebelum akhirnya perusahaan tersebut dapat 100% beroperasi secara penuh.

Misalnya saja pengeluaran biaya untuk pembuatan gedung/sewa gedung, belanja peralatan/perlengkapan kantor, perekrutan karyawan baru, dan segala biaya-biaya untuk proses perizinan usaha. Belum lagi dari biaya untuk pembelian asset-asset yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan sebelum perusahaan tersebut benar-benar 100% mulai beroperasi, misalnya saja pembelian seperangkat komputer baru sebagai penunjang utama operasional dari usaha, mesin-mesin produksi barang/mesin untuk menjual jasa, biaya listrik, air, telepon, desain logo perusahaan, cetak brosur, kertas surat dan lain sebagainya, merupakan hal-hal yang paling penting dan harus menjadi salah satu yang harus dipertimbangkan dalam mendirikan sebuah perusahaan.

Dalam hal ini biaya-biaya selama tahap awal dari pendirian sebuah usaha sebelum akhirnya benar-benar bisa beroperasi secara penuh, sangat membutuhkan adanya bantuan dana, baik itu adalah dari pihak Anda (dana pribadi) sendiri maupun dari pihak-pihak lain (seperti: para kerabat, keluarga, rekanan bisnis, investor,kreditur dan lain sebagainya). Saat ini mungkin sangatlah sulit untuk bisa memberikan kepercayaan terhadap para investor agar mereka bersedia untuk menanamkan modalnya pada perusahaan Anda, maka dari itu setidaknya Anda harus bersosialisasi atau mendekatkan diri kepada para calon investor perusahaan Anda. Anda bisa memilih calon investor dari orang-orang terdekat Anda terlebih dahulu, misalnya saja mantan bos, teman dekat, kerabat dekat, serta keluarga sendiri.

Dalam membangun sebuah perusahaan, sumber permodalannyapun sangat beragam, tergantung dari jenis usaha apa yang nantinya ingin di dirikan. Misalnya saja seperti jenis usaha perdagangan (UD milik perseorangan), CV (persekutuan), atau Perseroan Terbatas (PT).

Setelah dana yang sekiranya sudah sangat mencukupi, maka catatlah semua setoran dana yang telah masuk , lalu akumulasikan dan segera dibukukan, golongkan dana yang masuk tersebut ke dalam kas besar perusahaan atau kas untuk biaya kantor. Pengeluaran kasnya pun juga jangan lupa harus dicatat secara lebih detail.

Untuk mencatat semua kegiatan tersebut, tentunya tidak boleh sembarangan dalam mencatat, perlu adanya suatu perhitungan dan transaksi yang benar-benar valid dan matang serta cukup mudah untuk dipahami. Dalam hal ini Anda bisa mencari jasa seorang akuntan professional atau mempekerjakan para lulusan SMEA Akuntansi dalam meng-handle segala pekerjaan tersebut. Karena akan bisa semakin mempermudah Anda dalam hal penghitungan biaya selama perusahaan masih dalam tahap untuk berkembang.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencatat transaksi pengeluaran sebelum perusahaan bisa 100% beroperasi secara penuh:

1. Kwitansi atau nota (Bukti pengeluaran biaya).

Dalam hal ini kwitansi atau bukti dari biaya yang sudah kita keluarkan menjadi sangat penting, pada saat nantinya muncul permasalahan yang membutuhkan adanya bukti dari biaya tersebut. bukan hanya itu, kwitansi juga harus mendapat stempel dan tanda tangan dari para penerimanya.

2. Menentukan setiap transaksi ke dalam masing-masing golongan transaksinya.

Misalnya saja biaya perlengkapan kantor, seperti halnya pena, penggaris, dan lain sebagainya, maka harus digolongkan kedalam jenis biaya perlengkapan kantor. atau bisa saja pengeluaran untuk kertas, klip, atau map bisa di transaksi ke dalam golongan biaya ATK (alat tulis kantor). Demikian untuk semakin mempermudah Anda dalam mencari transaksi jika memang dibutuhkan dan untuk menghitungnya.

3. Setiap Transaksi harus jelas.

Seperti kapan tanggal transaksinya, transaksi apa saja yang terjadi, untuk apa kebutuhan dari transaksi tersebut, nilai transaksinya berapa. Dan ingatlah bahwa: pengeluaran tanpa bukti transakasi jangan pernah Anda terima. Karena pada saat semua transaksi sudah dibukukan maka harus jelas sumbernya darimana.

Dari beberapa hal diatas, setiap biaya harus bisa dihubungkan dengan pendapatan yang akan muncul. Dalam hal ini, karena perusahaan masih belum beroperasi secara penuh. Maka itu berarti juga bahwa pendapatannya masih belum ada, sehingga biayanyapun juga masih belum bisa dihubungkan dan diperbandingkan dengan pendapatan (dalam laporan laba rugi). Klik software accounting di sini.

Demikianlah bagaimana tips atau cara dalam mencatat transaksi-transaksi pengeluaran sebelum perusahaan mampu 100% dalam beroperasi penuh, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda sekalian yang ingin memulai sebuah usaha. Apabila pembaca membutuhkan software accounting untuk kebutuhan informasi keuangan perusahaan, pembuatan SOP finance dan accounting dan pembuatan job description finance dan accounting. Silahkan hubungi kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu. Terima kasih.

Iklan